<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Efrialdy&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://efrialdy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://efrialdy.wordpress.com</link>
	<description>Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 03:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='efrialdy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/308925f9a8968034e5ff8e736413809c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Efrialdy&#039;s Blog</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://efrialdy.wordpress.com/osd.xml" title="Efrialdy&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://efrialdy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mencermati Pesatnya Perkembangan Islam di Dunia</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2012/01/10/mencermati-pesatnya-perkembangan-islam-di-dunia-saat-ini/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2012/01/10/mencermati-pesatnya-perkembangan-islam-di-dunia-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 02:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muallaf Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Muallaf Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Populasi muslim Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Populasi muslim dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1789</guid>
		<description><![CDATA[”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong”  (Q.S. An-Nashr: 1-2) Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati. Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1789&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">”<em>Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong”</em>  <strong>(Q.S. An-Nashr: 1-2)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati. Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%.</p>
<p style="text-align:justify;">Delapan puluh tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi. Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun. 17 tahun lagi dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen menjadi kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fenomena yang tidak masuk akal</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena di Amerika sendiri sangat menarik. Sangat tidak masuk di akal pemerintah George Bush dan tokoh-tokoh Amerika, masyarakat Amerika berbondong-bondong masuk Islam justru setelah peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001 yang dikenal dengan 9/11 yang sangat memburukkan citra Islam itu. Pasca 9/11 adalah era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada presedennya dalam sejarah Amerika. 8 juta orang Muslim yang kini ada di Amerika dan 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah pemboman itu. Pernyataan syahadat masuk Islam terus terjadi di kota-kota Amerika seperti New York, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas dasar fakta inilah, ditambah gelombang masuk Islam di luar Amerika, seperti di Eropa dan beberapa negara lain, beberapa tokoh Amerika menyatakan kesimpulannya. The Population Reference Bureau USA Today sendiri menyimpulkan: “Moslems are the world fastest growing group.” Hillary Rodham Cinton, istri mantan Presiden Clinton seperti dikutip oleh Los Angeles Times mengatakan, “Islam is the fastest growing religion in America.” Kemudian, Geraldine Baum mengungkapkan: “Islam is the fastest growing religion in the country” (Newsday Religion Writer, Newsday). “Islam is the fastest growing religion in the United States,” kata Ari L. Goldman seperti dikutip New York Times.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat daya magnetis islam ini, pada 19 April 2007, digelar sebuah konferensi di Middlebury College, Middlebury Vt. untuk mengantisipasi masa depan Islam di Amerika dengan tajuk “Is Islam a Trully American religion?” (Apakah Islam adalah Agama Amerika yang sebenarnya?) menampilkan Prof. Jane Smith yang banyak menulis buku-buku tentang Islam di Amerika. Konferensi itu sendiri merupakan seri kuliah tentang Immigrant and Religion in America. Dari konferensi itu, jelas tergambar bagaimana keterbukaan masyarakat Amerika menerima sebuah gelombang baru yang tak terelakkan yaitu Islam yang akan menjadi identitas dominan di negara super power itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa 9/11 menyimpan misteri yang tidak terduga. Pemboman itu dikutuk dunia, terlebih Amerika, sebagai biadab dan barbar buah tangan para “teroris Islam.” Setelah peristiwa itu, kaum Muslimin di Amerika terutama imigran asal Timur Tengah merasakan getahnya mengalami kondisi psiokologis yang sangat berat: dicurigai, diteror, diserang, dilecehkan dan diasosiasikan dengan teroris. Hal yang sama dialami oleh kaum Muslim di Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah George Walker Bush segera mengetatkan aturan imigrasi dan mengawasi kaum imigran Muslim secara berlebihan. Siaran televisi Fox News Channel, dalam acara mingguan “In Focus” menggelar diskusi dengan mengundang enam orang nara sumber, bertemakan ”Stop All Muslim Immigration to Protect America and Economy.” Acara ini menggambarkan kekhawatiran Amerika tidak hanya dalam masalah terorisme tetapi juga ekonomi dimana pengaruh para pengusaha Arab dan Timur Tengah mulai dominan dan mengendalikan ekonomi Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri. Islam mematahkan “logika akal sehat” manusia modern. Bagaimana mungkin sekelompok orang nekat berbuat biadab membunuh banyak orang tidak berdosa dengan mengatasnamakan agama, tetapi tidak lama setelah peristiwa itu, justru ribuan orang berbondong-bondong menyatakan diri masuk agama tersebut dan menemukan kedamaian didalamnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa 9/11 telah berfungsi menjadi ikon yang memproduksi arus sejarah yang tidak logis dan mengherankan. Selain 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa itu, ribuan yang lain dari negara-negara non Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dst) juga mengambil keputusan yang sama masuk Islam. Bagaimana arus ini bisa dijelaskan? Sejauh saya ketahui, jawabannya “tidak ada” dalam teori-teori gerakan sosial karena fenomena ini sebuah anomali. Maka, gejala ini hanya bisa dijelaskan oleh “teori tangan Tuhan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Tangan Tuhan dalam bentuk blessing in disguise adalah nyata dibalik peristiwa 9/11 dan ini diakui oleh masyarakat Islam Amerika. Karena peristiwa 9/11 yang sangat mengerikan itu dituduhkan kepada Islam, berbagai lapisan masyarakat Amerika justru kemudian terundang kuriositasnya untuk mengetahui Islam lebih jauh. Sebagian karena murni semata-mata ingin mengetahui saja, sebagian lagi mempelajari dengan sebuah pertanyaan dibenaknya: “bagaimana mungkin dalam zaman modern dan beradab ini agama “mengajarkan” teror, kekerasan dan suicide bombing dengan ratusan korban tidak berdosa?”</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, kedua keingintahuan itu berbasis pada hal yang sama: ignorance of Islam (ketidaktahuan sama sekali tentang Islam). Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat (Amerika dan Eropa) tentang Islam hanya satu yaitu media yang menggambarkan Islam tidak lain kecuali stereotip-stereotip buruk seperti teroris, uncivilized, kejam terhadap perempuan dan sejenisnya. Seperti disaksikan Eric, seorang Muslim pemain cricket warga Texas, setelah peristiwa 9/11, masyarakat Amerika menjadi ingin tahu Islam, mereka kemudian ramai-ramai membeli dan membaca Al-Qur’an setiap hari, membaca biografi Muhammad dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya, dari membaca sumbernya langsung, mereka menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Ketimbang bertambahnya kebencian, yang terjadi malah sebaliknya. Menemukan keagungan serta keindahan ajaran agama yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Keagungan ajaran Islam ini bertemu pada saatnya yang tepat dengan kegersangan, kegelisahan dan kekeringan spritual masyarakat Amerika yang sekuler selama ini. Karena itu, Islam justru menjadi jawaban bagi proses pencarian spiritual mereka selama ini. Islam menjadi melting point atas kebekuan spiritual yang selama ini dialami masyarakat Amerika. Inilah pemicu terjadinya Islamisasi Amerika yang mengherankan para pengamat sosial dan politik. Inilah tangan Tuhan dibalik peristiwa /9/11.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Motivasi Menjadi Muslim</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari banyak wawancara yang dilakukan televisi Amerika, Eropa maupun Timur Tengah terhadap mereka yang masuk Islam atau video-video blog yang banyak menjelaskan motivasi para new converters ini masuk Islam, menggambarkan konfigurasi latar belakang yang beragam.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, karena kehidupan mereka yang sebelumnya sekuler, tidak terarah, tidak punya tujuan, hidup hanya money, music and fun. Pola hidup itu menciptakan kegersangan dan kegelisahan jiwa. Mereka merasakan kekacauan hidup, tidak seperti pada orang-orang Muslim yang mereka kenal. Dalam hingar bingar dunia modern dan fasilitas materi yang melimpah banyak dari mereka yang merasakan kehampaan dan ketidakbahagiaan. Ketika menemukan Islam dari membaca Al-Qur’an, dari buku atau kehidupan teman Muslimnya yang sehari-harinya taat beragama, dengan mudah saja mereka masuk Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya dalam agama sebelumnya yaitu Kristen. Dalam Islam mereka merasakan hubungan dengan Tuhan itu langsung dan dekat. Beberapa orang Kristen taat bahkan mereka sebagai church priest mengaku seperti itu ketika diwawancarai televisi. Allison dari North Caroline dan Barbara Cartabuka, seorang diantara 6,5 juta orang Amerika yang masuk Islam pasca 9/11, seperti diberitakan oleh Veronica De La Cruz dalam CNN Headline News, Allison mengaku “Islam is much more about peace.” Sedangkan Barbara tidak pernah merasakan kedamaian selama menganut Katolik Roma seperti kini dirasakannya setelah menjadi Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga yang dirasakan oleh Mr. Idris Taufik, mantan pendeta Katolik di London, ketika diwawancara televisi Al-Jazira. Mantan pendeta ini melihat dan merasakan ketenangan batin dalam Islam yang tidak pernah dirasakan sebelumnya ketika ia menjadi mendeta di London. Ia masuk Islam setelah melancong ke Mesir. Ia kaget melihat orang-orang Islam tidak seperti yang diberitakan di televisi-televisi Barat. Ia mengaku, sebelumnya hanya mengetahui Islam dari media. Ia sering meneteskan air mata ketika menyaksikan kaum Muslim shalat dan kini ia merasakan kebahagiaan setelah menjadi Muslim di London.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, menemukan kebenaran yang dicarinya. Beberapa konverter mengakui konsep-konsep ajaran Islam lebih rasional atau lebih masuk akal seperti tentang keesaan Tuhan, kemurnian kitab suci, kebangkitan (resurrection) dan penghapusan dosa (salvation) ketimbang dalam Kristen. Banyak dari masyarakat Amerika memandang Kristen sebagai agama yang konservatif dalam doktrin-doktrinnya. Eric seorang pemain Cricket di Texas, kota kelahiran George Bush, berkesimpulan seperti itu dan memilih Islam. Sebagai pemain cricket Muslim, ia sering shalat di pinggir lapang. Di Kristen, katanya, sembahyang harus selalu ke Gereja.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang konverter lain memberikan kesaksiannya yang bangga menjadi Muslim. Ia menjelaskan telah berpuluh tahun menganut Katolik Roma dan Kristen Evangelik. Dia mengaku menemukan kelemahan-kelemahan doktrin Kristen setelah menyaksikan debat terbuka tentang “Is Jesus God?” (Apakah Yesus itu Tuhan?) antara Ahmad Deedat, seorang tokoh Islam dari Afrika Selatan dan seorang teolog Kristen. Argumen-argumen Dedaat dalam diskusi menurutnya jauh lebih jelas, kuat dan memuaskan ketimbang teolog Kristen itu. Menariknya, misi awalnya ia menonton debat agama itu justru untuk mengetahui Islam karena ia bertekad akan menyebarkan gospel ke masyarakat-masyarakat Muslim. Yang terjadi sebaliknya, ia malah menemukan keunggulan doktrin Islam dalam berbagai aspeknya dibandingkan Kristen. Angela Collin, seorang artis California yang terkenal karena filmnya Leguna Beach dan kini menjadi Director of Islamic School, ketika diwawancarai oleh televisi NBC News megapa ia masuk Islam, ia mengungkapkan: “I was seeking the truth and I’ve found it in Islam. Now I have this belief and I love this belief,” katanya bangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, banyak kaum perempuan Amerika Muslim berkesimpulan ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai perempuan. Dengan kata lain, perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati. Walaupun mereka tidak setuju dengan poligami, mereka melihat posisi perempuan sangat dihormati dalam Islam daripada dalam peradaban Barat modern. Seorang convert perempuan Amerika bernama Tania, merasa hidupnya kacau dan tidak terarah jutsru dalam kebebasannya di Amerika. Ia bisa melakukan apa saja yang dia mau untuk kesenangan, tapi ia rasakan malah merugikan dan merendahkan perempuan. Setelah mempelajari Islam, awalnya merasa minder. Setelah tahu bagaimana Islam memperlakukan perempuan, ia malah berkata “women in Islam is so honored. This is a nice religion not for people like me!” katanya. Dia masuk Islam setelah mempelajarinya beberapa bulan dari teman Muslimnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan Islam di dunia Barat sesungguhnya lebih prospektif karena mereka terbiasa berfikir terbuka. Dalam keluarga Amerika, pemilihan agama dilakukan secara bebas dan independen. Banyak orang tua mendukung anaknya menjadi Muslim selama itu adalah pilihan bebasnya dan independen. Mereka mudah saja masuk Islam ketika menemukan kebenaran disitu. Angela Collin menjadi Muslim dengan dukungan kedua orang tua. Ketika diwawancarai televisi NBC, orang tuanya justru merasa bangga karena Angela adalah seorang “independent person.” Nancy seorang remaja 15 tahun, masuk Islam setelah bergaul dekat temannya keluarga Pakistan dan keluarganya tidak mempermasalahkan walaupun telah lama hidup dalam tradisi Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dampak Hubungan Islam &#8211; Barat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan ini tentu akan berpengaruh signifikan terhadap hubungan Islam-Barat (Kristen) yang sudah mengalami ketegangan historis berabad-abad. Dengan pesatnya perkembangan umat Muslim di Amerika, Eropa dan negara-negara maju lainnya, akan berpengaruh signifikan terhadap beberapa hal. Diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, masyarakat Barat akan lebih dekat dan lebih kenal dengan Islam melalui umat Islam yang ada di Barat sendiri. Mereka akan menjembatani kesalahafahaman yang selalu terjadi terhadap Islam dan kaum Muslimin. Ketidaksukaan masyarakat Barat terhadap Islam lebih karena the ignorance of Islam dan ini akan semakin berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam di Barat akan menjadi komunikator yang efektif dan duta-duta yang handal untuk menjelaskan dan memperlihatkan wajah Islam yang sesungguhnya di sana. Melalui mereka, nasib umat Islam diluar Barat akan disuarakan dan penderitaan demi penderitaan negara-negara Muslim akibat dominasi Barat yang kebijakannya sering yang tidak adil akan berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, akibat dari ajaran Islam yang semakin tersosialisasi di Barat dan suara politik kaum Muslimin semakin kuat, jembatan untuk terciptanya saling pemahaman dan pengertian akan semakin kondusif dan menguat. Islam dan Barat mudah-mudahan akan masuk ke dalam sebuah equilibrium sejarah baru yang lebih adil, lebih fair dan lebih demokratis: “Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong!”. Wallahu a’alam!!</p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1789/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1789&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2012/01/10/mencermati-pesatnya-perkembangan-islam-di-dunia-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal-usul Penetapan 25 Desember Sebagai Hari Kelahiran Yesus</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/12/23/asal-usul-penetapan-25-desember-sebagai-hari-kelahiran-yesus/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/12/23/asal-usul-penetapan-25-desember-sebagai-hari-kelahiran-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 08:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul Hari Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Kelahiran Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Romawi]]></category>
		<category><![CDATA[Sol Invictus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1783</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya, tidak seorang pun tahu kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan ke dalam dunia ini. Tidak ada suatu Akta Kelahiran zaman kuno yang menyatakan dan membuktikan kapan dia dilahirkan. Tidak ada seorang saksi hidup yang bisa ditanyai. Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1783&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, tidak seorang pun tahu <strong>kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan</strong> ke dalam dunia ini. Tidak ada suatu Akta Kelahiran zaman kuno yang menyatakan dan membuktikan kapan dia dilahirkan. Tidak ada seorang saksi hidup yang bisa ditanyai.</p>
<p style="text-align:justify;">Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya pada waktu Yesus dilahirkan, bukan di Betlehem, tetapi di Nazaret, tidak banyak orang menaruh perhatian pada peristiwa ini. Paling banyak, ya selain ayah dan ibunya, beberapa tetangganya juga ikut sedikit disibukkan oleh kelahirannya ini, di sebuah kampung kecil di provinsi Galilea, kampung Nazaret yang tidak penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru ketika Yesus sesudah kematiannya diangkat menjadi sang Mesias Kristen agung oleh gereja perdana, atau sudah dipuja dan disembah sebagai sang Anak Allah, Raja Yahudi, dan Juruselamat, disusunlah kisah-kisah kelahirannya sebagai kelahiran seorang besar yang luar biasa, seperti kita dapat baca dalam pasal-pasal awal Injil Matius dan Injil Lukas (keduanya ditulis sekitar tahun 80-85 M). Penulis Injil Kristen tertua intrakanonik, yakni Injil Markus (ditulis tahun 70 M), sama sekali tidak memandang penting untuk menyusun sebuah kisah kelahiran Yesus.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tuturan penulis Injil Lukas, kelahiran Yesus diwartakan sebagai kelahiran seorang tokoh Yahudi yang menjadi pesaing <em>Kaisar Agustus</em>, yang sama ilahi dan sama berkuasanya, yang kelahiran keduanya ke dalam dunia merupakan “kabar baik” (<em>euaggelion</em>) untuk seluruh bangsa karena keduanya adalah “Juruselamat” (<em>sōtēr</em>) dunia (<em>bdk Lukas 2:10,11</em> dan prasasti <em>dekrit Majelis Provinsi Asia</em> tentang Kaisar Agustus yang dikeluarkan tahun 9 M). Dalam tuturan penulis Injil Matius, kanak-kanak Yesus yang telah dilahirkan, yang diberitakan sebagai kelahiran seorang Raja Yahudi, telah menimbulkan kepanikan pada Raja Herodes Agung yang mendorongnya untuk memerintahkan pembunuhan semua anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah <em>(Matius 2:2, 3, 16)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus dalam kedua injil inipun, bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, tidak ada suatu catatan historis apapun yang menyatakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Jika demikian<strong>, </strong>bagaimana tanggal 25 Desember bisa ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus, hari Natal?<strong> </strong>Dalam kebudayaan kuno Yahudi-Kristen dan Yunani-Romawi, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan hari kelahiran Yesus</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara Pertama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti dicatat dalam dokumen Yahudi <em>Rosh Hashana</em> (dari abad kedua), sudah merupakan suatu kelaziman di kalangan Yahudi kuno untuk menyamakan hari kematian dan hari kelahiran bapak-bapak leluhur Israel. Dengan sedikit dimodifikasi, praktek semacam ini diikuti oleh orang-orang Kristen perdana ketika mereka mau menetapkan kapan Yesus Kristus dilahirkan. Sebetulnya, praktek semacam ini berlaku hampir universal dalam orang menetapkan hari kelahiran tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari zaman kuno. Dalam kepercayaan para penganut Buddhisme, misalnya, hari kelahiran, hari pencapaian pencerahan (<em>samma sambuddha</em>) dan hari kematian (<em>parinibbana</em>) Siddharta Gautama sang Buddha dipandang dan ditetapkan (pada tahun 1950 di Sri Langka) terjadi pada hari yang sama, yakni Hari Waisak atau Hari Trisuci Waisak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kapan persisnya hari kelahiran Yesus tidak diketahui siapapun, hari kematiannya bisa ditentukan dengan cukup pasti, yakni 14 Nisan dalam penanggalan Yahudi kuno, dan ini berarti <em>25 Maret dalam kalender</em> Gregorian. Sejumlah bapak gereja, seperti Klemen dari Aleksandria, Lactantius, Tertullianus, Hippolytus, dan juga sebuah catatan dalam dokumen <em>Acta Pilatus</em>, menyatakan bahwa hari kematian Yesus jatuh pada tanggal 25 Maret. Demikian juga, Sextus Julianus Afrikanus (dalam karyanya <em>Khronografai</em>, terbit tahun 221), dan Santo Agustinus (menulis antara tahun 399 sampai 419), menetapkan 25 Maret sebagai hari kematian Yesus. Dengan demikian, hari pembenihan janin Yesus dalam rahim Maria juga jatuh juga pada 25 Maret.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau 9 bulan ditambahkan pada hari konsepsi Yesus ini, maka hari kelahiran Yesus adalah 25 Desember. Sebuah traktat yang mendaftarkan perayaan-perayaan besar keagamaan, yang ditulis di Afrika dalam bahasa Latin pada tahun 243, berjudul <em>De Pascha Computus</em>, menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Hippolytus, dalam <em>Tafsiran atas Daniel 4:23</em> (ditulis sekitar tahun 202), menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Sebuah karya yang ditulis dengan tangan, dalam bahasa Latin, pada tahun 354 di kota Roma, yang berjudul <em>Khronografi</em>, juga menyebut 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun banyak dokumen dari abad ketiga sampai abad keempat menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, tidak semua orang pada waktu itu menyetujui adanya perayaan hari Natal. Origenes, teolog Kristen dari Aleksandria, misalnya, dalam karyanya <em>Homili atas Kitab Imamat</em>, menyatakan bahwa “hanya orang-orang berdosa seperti Firaun dan Raja Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka.” Begitu juga, seorang penulis Kristen bernama Arnobus pada tahun 303 memperolok gagasan untuk merayakan hari kelahiran dewa-dewi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sisi lain, kalangan Montanus menolak kalau kematian Yesus jatuh pada 25 Maret; bagi mereka Yesus wafat pada 6 April. Dengan demikian 6 April juga hari konsepsi Yesus dalam kandungan Maria, ibunya. Kalau setelah 6 April ditambahkan 9 bulan, maka hari kelahiran Yesus jatuh pada 6 Januari. Di kalangan Gereja Timur (yang berbahasa Yunani), berbeda dari Gereja Barat (yang berbahasa Latin), hari Natal tidak dirayakan pada 25 Desember, tetapi pada 6 Januari.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara Kedua</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kekristenan lahir dan tersebar di seantero kekaisaran Romawi dan kemudian dijadikan satu-satunya agama resmi (religio licita) kekaisaran melalui dekrit Kaisar Theodosius pada tahun 381, orang Romawi melakukan penyembahan kepada Matahari (= heliolatri).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam heliolatri ini, <strong>Dewa Matahari atau Sol</strong> menempati kedudukan tertinggi dan ke dalam diri Dewa Sol ini terserap dewa-dewa lainnya yang juga disembah oleh banyak penduduk kekaisaran, antara lain Dewa Apollo (dewa terang), Dewa Elah-Gabal (dewa matahari Syria) dan Dewa Mithras (dewa perang bangsa Persia).</p>
<p style="text-align:justify;">Heliolatri, yakni pemujaan dan penyembahan kepada Dewa Sol sebagai Dewa Tertinggi, menjadi sebuah payung politik-keagamaan untuk mempersatukan seluruh kawasan kekaisaran Romawi yang sangat luas, dengan penduduk besar yang menganut berbagai macam agama dan mempercayai banyak dewa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 274 oleh <em>Kaisar Aurelianus</em> Dewa Sol ditetapkan secara resmi sebagai Pelindung Ilahi satu-satunya atas seluruh kekaisaran dan atas diri sang Kaisar sendiri dan sebagai Kepala Panteon Negara Roma. Menyembah Dewa Sol sebagai pusat keilahian berarti menyentralisasi kekuasaan politik pada diri sang Kaisar Romawi yang dipandang dan dipuja sebagai titisan atau personifikasi Dewa Sol sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam heliolatri ini tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari perayaan religius utama untuk memuja Dewa Sol, hari perayaan yang harus dirayakan di seluruh kekaisaran Romawi. Pada saat winter solstice, saat musim dingin ketika matahari (Latin: sol) tampak “diam tak bergeming” (Latin: sistere) di titik terendah di kaki langit Eropa sejak tanggal 21 Desember, pada tanggal 25 Desember matahari mulai sedikit terangkat dari kaki langit dan mulai sedikit demi sedikit beranjak naik ke atas, seolah sang Sol ini hidup atau lahir kembali. Peristiwa astronomikal ini ditafsir secara religius sebagai saat Dewa Sol tak terkalahkan, bangkit dari kematian, yang dalam bahasa Latinnya disebut sebagai <em>Sol Invictus</em> (=Matahari Tak Terkalahkan). Dengan demikian, tanggal 25 Desember dijadikan sebagai Hari Kelahiran Dewa Sol Yang Tak Terkalahkan, <em>Dies Natalis Solis Invicti</em>. Karena Kaisar dipercaya sebagai suatu personifikasi Dewa Sol, maka sang Kaisar Romawi pun menjadi Sang Kaisar atau Sang Penguasa Tak Terkalahkan, <em>Invicto Imperatori</em>, seperti diklaim antara lain oleh <em>Kaisar Septemius Severus</em> yang wafat pada tahun 211.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, ketika kekristenan disebarkan ke seluruh kekaisaran Romawi, para pemberita injil dan penulis Kristen, sebagai suatu taktik misiologis mereka, mengambil alih gelar Sol Invictus dan mengenakan gelar ini kepada Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus menjadi Matahari Tak Terkalahkan yang sebenarnya. Mereka memakai teks-teks Mazmur 19:5c-6 (“Ia memasang kemah di langit untuk Matahari yang keluar bagaikan Pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.”), Maleakhi 4:2 (“… bagimu akan terbit Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.”) dan Lukas 1:78-19 (“Oleh rakhmat dan belas kasihan Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya Pagi dari tempat yang tinggi.”) sebagai landasan skriptural untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan jadinya Yesus Kristus sebagai Sol Invictus baru<strong>, </strong>maka<strong> tanggal 25 Desember sebagai hari natal Dewa Sol juga dijadikan hari Natal Yesus Kristu</strong>s. Seorang penulis Kristen perdana, Cyprianus, menyatakan, “Oh, betapa ajaibnya: Allah Sang Penjaga, Pemelihara dan Penyelenggara telah menjadikan Hari Kelahiran Matahari sebagai hari di mana Yesus Kristus harus dilahirkan.” Demikian juga, Yohanes Krisostomus, dalam khotbahnya di Antikohia pada 20 Desember 386 (atau 388), menyatakan, “Mereka menyebutnya sebagai ‘hari natal Dia Yang Tak Terkalahkan’. Siapakah yang sesungguhnya tidak terkalahkan, selain Tuhan kita…?”</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, mulai dari Kaisar Konstantinus yang (menurut sebuah mitologi Romawi) pada 28 Oktober 312 melihat sebuah tanda salib dan sebuah kalimat In Hoc Signo Vinces (=“Dengan tanda ini, kamu menang”) di awan-awan, perayaan keagamaan yang memuja Sol Invictus pada 25 Desember diubah menjadi perayaan keagamaan untuk merayakan hari Natal Yesus Kristus. Dengan digantinya Dewa Sol dengan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sejati, dan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal Yesus Kristus, sang Kaisar berhasil mengonsolidasi dan mempersatukan seluruh wilayah negara Roma yang di dalamnya warga yang terbesar jumlahnya adalah orang Kristen, yang, menurut Eusebius, adalah warga “Gereja Katolik yang sah dan paling kudus” (Eusebius, <em>Historia Ecclesiastica</em> 10.6).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sejak itu juga, para uskup/paus sama-sama mengendalikan seluruh kekaisaran Roma di samping sang Kaisar sendiri; ini melahirkan apa yang disebut Kaisaropapisme. Kalau sebelumnya heliolatri menempatkan Dewa Sol sebagai Kepala Panteon yang menguasai seluruh dewa-dewi yang disembah dalam seluruh negara Romawi dan sebagai pusat kekuasaan politik, maka ketika Yesus Kristus sudah menjadi Sol Invictus pengganti, sang Kristus inipun mulai digambarkan sebagai sang Penguasa segalanya (=Pantokrator), yang telah menjadi sang Pemenang (=Kristus Viktor) di dalam seluruh kekaisaran Romawi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jelas sudah, tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Seperti telah dinyatakan pada awal tulisan ini, kembali perlu ditekankan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di dunia pada zaman kuno dan pada masa kini mengetahui kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan. Ketika Yesus baru dilahirkan, dia bukanlah seorang penting apapun. Hanya beberapa orang saja yang memedulikannya. Hanya ketika dia sudah diangkat menjadi sang Kristus gereja dan dipercaya sebagai sang Juruselamat dunia, dia baru menjadi penting dan kisah-kisah hebat tentang kelahirannya pun disusun<strong>.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Oleh : <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2287313870650.101859.1483039335&amp;type=1#!/ioanes.rakhmat1">Ioanes Rakhmat</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/lintas-agama/'>Lintas Agama</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1783/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1783&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/12/23/asal-usul-penetapan-25-desember-sebagai-hari-kelahiran-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kareem Abdul Jabbar Lompatan Iman Raja Basket</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/11/08/kareem-abdul-jabbar-lompatan-iman-raja-basket/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/11/08/kareem-abdul-jabbar-lompatan-iman-raja-basket/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 09:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Mu&#039;allaf]]></category>
		<category><![CDATA[Atlet NBA]]></category>
		<category><![CDATA[Kareem Abdul Jabbar]]></category>
		<category><![CDATA[Muallaf Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Muallaf Atlet]]></category>
		<category><![CDATA[Muallaf mancanegara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1774</guid>
		<description><![CDATA[ Sosok Kareem Abdul Jabbar diakui banyak pemain basket sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa. Shooting, Slam dunk, rebound, block , maupun aksi lainnya, sangat memukau. Tak jarang, lawannya dibuat kesulitan untuk membendung agresivitas pemain bertinggi badan 2,18 meter ini. Dengan dukungan postur tubuhnya yang sangat tinggi, Kareem Abdul Jabbar sering kali melakukan aksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1774&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"> Sosok <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kareem_Abdul-Jabbar">Kareem Abdul Jabbar</a> </strong>diakui banyak pemain basket sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa. <em>Shooting, Slam dunk, rebound, block</em> , maupun aksi lainnya, sangat memukau. Tak jarang, lawannya dibuat kesulitan untuk membendung agresivitas pemain bertinggi badan 2,18 meter ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dukungan postur tubuhnya yang sangat tinggi, Kareem Abdul Jabbar sering kali melakukan aksi yang brilian. Lompatannya sering mengundang kagum para penonton maupun tim lawan. Atas aksi dan kesuksesannya membawa klubnya meraih tangga juara, Kareem Abdul Jabbar pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi liga bola basket Amerika Serikat (NBA  <em>Most Valuable Player</em> ). Predikat itu diraihnya sebanyak enam kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama bermain di ajang NBA, ia berhasil membukukan rekor sebagai pencetak angka tertinggi sepanjang masa dengan 38.387 poin. Karenanya, ia mendapat julukan &#8216;Raja Bola Basket&#8217;. Dan berkat prestasinya ini, 19 kali ia terpilih untuk memperkuat tim NBA All-Star.</p>
<p style="text-align:justify;">Karier pria kelahiran New York City, 16 April 1947, di ajang bola basket Amerika dimulai ketika bermain untuk tim bola basket kampus, Universitas California, Los Angeles (UCLA). Aksi-aksinya di tim UCLA, mendapat perhatian serius para pelatih basket Amerika Serikat saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tahun 1969, ia mendapat tawaran bermain di level kompetisi basket tertinggi di Amerika Serikat (NBA) dengan bergabung bersama klub Milwaukee Bucks. Di klub barunya ini, ia turut memberi andil besar dengan merebut juara NBA tahun 1970-1971.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 1975, ia bergabung dengan tim basket asal Kota Los Angeles, LA Lakers. Di klub inilah karier Kareem makin melesat. Ia berhasil membawa La Lakers merebut sejumlah gelar juara untuk klubnya. Di samping itu, ia juga berhasil merebut gelar pribadi, yakni sebagai pemain terbaik NBA. Di klub ini, ia bermain sejak 1975-1989.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Masuk Islam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Atas aksi-aksinya yang hebat itu, Kareem menjadi salah satu pemain andalan NBA All-Star dan Amerika Serikat dalam ajang Olimpiade. Ia juga menjadi pemain kebanggaan negeri Paman Sam tersebut. Tak hanya itu, ia juga merupakan pemain kebanggaan umat Islam di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, pemain bernama lengkap Ferdinand Lewis Alcindor Junior (Jr) ini, adalah salah seorang atlet NBA pemeluk Islam. Ia mendeklarasikan diri sebagai seorang Muslim pada saat kariernya tengah menanjak.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu, seusai mempersembahkan gelar juara NBA untuk Milwaukee Bucks tahun 1971, dan pada saat yang sama merebut gelar pemain terbaik ( <em>Most Valuable Player</em> , MPV) dan &#8216;Rookie of the Year&#8217; (Pendatang baru terbaik) di Liga NBA, Kareem menyatakan diri memeluk Islam. Perpindahan kepercayaan dari Katolik menjadi Muslim ini, dirasakannya sebagai sebuah lompatan tertinggi selama hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayahnya, Ferdinand Lewis Alcindor Sr, dan ibunya, Cora Lilian, adalah seorang pemeluk Katolik. Karenanya, sejak kecil ia mendapatkan pendidikan di sekolah Katolik. Oleh kedua orang tuanya, ia dimasukkan ke Saint Jude School. Ketika duduk di bangku SMA, ia berhasil membawa tim basket sekolahnya menjuarai New York City Catholic Championship.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkenalan Kareem dengan ajaran Islam terjadi lewat salah seorang temannya yang bernama Hamaas Abdul Khaalis. Ia mengenal Hamaas melalui ayahnya. Seperti halnya sang ayah yang seorang musisi jazz, Hamaas juga pernah mengeluti musik jazz. Dia adalah mantan drumer jazz. Dari Hamaas inilah, kemudian Kareem belajar banyak mengenai Islam. Ia juga sempat berkenalan dengan Muhammad Ali (Cassius Clay) yang sudah menjadi Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nama budak</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah banyak belajar Islam dari Hamaas, tekadnya untuk memeluk Islam pun semakin bulat. Atas ajakan Hamaas, ia kemudian mendatangi sebuah pusat kebudayaan Afrika di Harlem, di mana kaum Muslimin menempati lantai lima gedung itu. &#8221;Saya pergi ke sana dengan mengenakan jubah Afrika yang berwarna-warni,&#8221; terangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada seorang pemuda yang ditemuinya di pusat kebudayaan Afrika ini, ia mengutarakan niatnya untuk menjadi seorang Muslim. Di hadapan mereka, ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika pertama kali mengucapkan kalimat syahadat, mereka memanggilnya dengan Abdul Kareem.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, Hamaas berkata, &#8221;Anda lebih tepat sebagai Abdul-Jabbar.&#8221; Sejak saat itu, bertepatan dengan tanggal 1 Mei 1971 atau sehari setelah Milwaukee Bucks memenangi kejuaraan NBA, ia memutuskan untuk mengganti namanya dari Ferdinand Lewis Alcindor Jr menjadi Kareem Abdul-Jabbar. Keputusan untuk mengganti nama tersebut, menurut Kareem, juga didorong keinginan untuk menguatkan identitasnya sebagai orang Afro-Amerika dan sebagai seorang Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Saya tidak akan menggunakan nama Alcindor. Secara literal itu adalah nama budak. Ada seorang laki-laki bernama Alcindor yang membawa keluarga saya dari Afrika Barat ke kepulauan Dominika. Dari sana mereka pergi ke kepulauan Trinidad, sebagai budak, dan mereka mempertahankan namanya. Mereka adalah budak-budak Alcindor. Jadi, Alcindor adalah nama penyalur budak. Ayah saya melacak hal ini di tempat penyimpanan arsip,&#8221; terangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai anak satu-satunya, keputusan Kareem untuk memeluk Islam sempat membuat khawatir kedua orang tuanya. Namun, kekhawatiran tersebut berhasil ia tepis. &#8221;Mereka tahu saya bersungguh-sungguh. Saya pindah agama bukan untuk ketenaran. Saya sudah menjadi diri saya sendiri, dan melakukan itu dengan cara saya sendiri, apa pun konsekuensinya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Baginya, Islam adalah anugerah dan hidayah Allah yang tertinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran bagi umat manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rajin Belajar</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela kesibukannya bermain basket, Kareem masih sempat meluangkan waktu untuk mendalami Islam. &#8221;Saya beralih ke sumber segala ilmu. Saya mempelajari bahasa Arab. Saya mulai membaca Alquran dalam bahasa Arab. Saya dapat menerjemahkannya dengan bantuan kamus. Untuk menerjemahkan tiga kalimat saya membutuhkan waktu 10 jam, tetapi saya memahami apa yang dimaksudkan secara gramatikal,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, diakui dia, cukup sulit baginya untuk bisa menunaikan kewajiban shalat lima kali setiap hari. Kesulitan untuk menjalankan shalat lima waktu ini, terutama dirasakan ketika ia sedang bermain. &#8221;Saya terlalu capai untuk bangun melakukan shalat Subuh. Saya harus bermain basket pada waktu Maghrib dan Isya. Saya akan tertidur sepanjang siang di mana saya seharusnya melakukan shalat Zuhur. Begitulah, saya tidak pernah bisa menegakkan disiplin itu,&#8221; paparnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga tatkala bulan Ramadhan tiba. Aktivitasnya yang cukup padat di lapangan, terkadang memaksanya untuk membatalkan puasa. Untuk membayar utang puasanya ini, Kareem selalu mengeluarkan fidyah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Karena saya tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan, saya selalu memberi makan sebuah keluarga. Saya memberi sedekah. Saya memberi uang kepada rekan sesama Muslim dan mengatakan kepadanya untuk apa uang itu.&#8221; Pada 1973, Kareem mengunjungi Makkah, dan menunaikan ibadah haji.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 28 Juni 1989, setelah 20 tahun menjalani karier profesionalnya, Kareem memutuskan untuk berhenti dari ajang NBA. Sejak berhenti bermain, menurut Kareem, dirinya menjadi semakin baik dan dapat menjalankan semua kewajibannya sebagai seorang Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Saya rasa saya harus beradaptasi untuk hidup di Amerika. Yang dapat saya harapkan hanyalah semoga pada Hari Akhir nanti Allah rida atas apa yang telah saya lakukan,&#8221; tukasnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Antara Akting, Menulis, dan Melatih</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pensiun bermain basket, berbagai tawaran datang kepadanya. Namun, bukan tawaran untuk melatih sebuah tim bola basket, melainkan tawaran untuk beradu akting di depan kamera. Dunia akting sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi seorang Kareem Abdul-Jabbar. Ketika masih memperkuat LA Lakers, ia pernah bermain di film  <em>Game of Death</em> yang dirilis tahun 1978. Di film laga ini, ia harus beradu akting dengan Bruce Lee. Tawaran untuk bermain kedua kalinya di film layar lebar datang di tahun 1980. Saat itu ia harus memerankan tokoh kopilot Roger Murdock dalam film komedi  <em>Airplane!</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Penampilan Kareem di layar televisi dan film tidak berhenti sampai di situ. Ia tercatat pernah bermain di sejumlah serial televisi di Amerika Serikat. Di antaranya adalah serial komedi situasi  <em>Full House, Living Single, Amin, Everybody Loves Raymond, Martin, Different Strokes, The Fresh Prince of Bel-Air, Scrubs</em> , dan  <em>Emergency!</em> . Dia juga muncul di film televisi  <em>Stepen King&#8217;s The Stand</em> dan  <em>Slam Dunk Ernest</em> . Di serial  <em>Full House</em> , ia harus beradu akting dengan anaknya sendiri, Adam.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 1994, Kareem juga menjajal peruntungannya di balik layar dengan menjadi  <em>co-producer</em> eksekutif dari film televisi  <em>The Vernon Johns Story</em> . Kemudian pada 2006, ia tampil dalam acara  <em>The Colbert Report</em> . Pada 2008 ia berperan sebagai seorang manajer panggung dalam  <em>Nazi Gold</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Di luar dunia akting, ternyata ayah dari Habiba, Sultana, Kareem Jr, Amir, dan Adam ini memiliki bakat yang lain, yakni dalam bidang tulis menulis. Selain dikenal sebagai pemain basket dan bintang film, Kareem juga dikenal sebagai seorang penulis buku. Ia sudah menulis sedikitnya tujuh buku yang kesemuanya  <em>best seller</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Buku-buku hasil karyanya, antara lain  <em>Giant Steps</em> yang ditulisnya bersama Peter Knobler (1987),  <em>Kareem</em> (1990),  <em>Selected from Giant Steps</em> (1999),  <em>Black Profiles in Courage: A Legacy of African-American Achievement</em> yang ditulisnya bersama Alan Steinberg (1996),  <em>A Season on the Reservation: My Sojourn with the White Mountain Apaches</em> yang ditulisnya bersama Stephen Singular (2000),  <em>Brothers in Arms: The Epic Story of the 761st Tank Battalion</em> dan  <em>WWII&#8217;s Forgotten Heroes</em> yang ditulisnya bersama Anthony Walton (2005), dan  <em>On the Shoulders of Giants: My Journey Through the Harlem Renaissance</em> yang ditulisnya bersama Raymond Obstfeld (2007).</p>
<p style="text-align:justify;">Kendati demikian, olahraga basket tidak bisa dipisahkan dari diri Kareem. Salah satu keinginan terbesarnya saat ini adalah bisa melatih salah satu klub NBA. Setelah memutuskan berhenti bermain, posisi tertinggi Kareem hanya sebagai asisten pelatih sejumlah klub NBA. Los Angeles Clippers dan Seattle SuperSonics menggunakan jasanya untuk melatih center muda Michael Olowokandi dan Jerome James.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 2005, ia kembali ke Lakers sebagai asisten khusus pelatih kepala Phil Jackson. Tugasnya mengasah kemampuan center muda Lakers, Andrew Bynum. Ia dinilai berhasil dengan semakin meningkatnya performa Bynum. Musim lalu, Kareem berjasa mengantarkan Lakers juara NBA dengan kontribusi 14 poin dan delapan  <em>rebound</em> per  <em>game</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Ia juga pernah menjadi pelatih kepala, tapi hanya di tim sekelas Oklahoma Storm. Tim ini bermain di United States Basketball League pada 2002, sebuah liga kelas bawah tempat para pemain mengasah kemampuan sebelum berkiprah di NBA atau liga-liga lain. dia/sya/taq</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Biodata :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nama Asli : Ferdinand Lewis Alcindor Jr<br />
Nama Muslim : Kareem Abdul Jabbar<br />
Masuk Islam : 1971<br />
Lahir : New York City, 16 April 1947<br />
Orang Tua : Ferdinand Lewis Alcindor Sr dan Cora Lilian<br />
Klub Pertama : Tim Basket UCLA</p>
<p style="text-align:justify;">Klub Profesional :<br />
- Milwaukee Bucks (1969-1975)<br />
- LA Lakers (1975-1989)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penghargaan:</strong><br />
- Enam kali NBA MPV (1971-1972, 1974, 1976-1977, 1980)<br />
- 19 kali menjadi tim NBA All Star (1970-1977 dan 1979-1989).<br />
- Dua kali Finalis NBA MPV (1971, 1985)<br />
- 10 kali All-NBA Team (1971-1973, 1974, 1976-1977, 1980-1981, 1984, 1986).<br />
- Lima kali All-NBA Second Team (1970, 1978-1979, 1983, 1985).<br />
- Lima kali NBA All-Defensive First Team (1974-1975, 1979-1981)<br />
- Enam kali NBA All-Defensive Second Team (1970-1971, 1976-1978, 1984).<br />
- NBA Rookie of The Year (1970)<br />
- NBA All-Rookie Team (1970); dan banyak lagi<br />
<strong><br />
<strong>Prestasi :</strong></strong><br />
- Juara NBA (1971) bersama Milwaukee Bucks<br />
- Juara NBA (1980, 1982, 1985, 1987, 1988) bersama LA Lakers</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/kisah-muallaf/'>Kisah Mu&#039;allaf</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1774/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1774&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/11/08/kareem-abdul-jabbar-lompatan-iman-raja-basket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Pertengahan Ahlul Sunnah</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/10/15/sifat-pertengahan-ahlul-sunnah/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/10/15/sifat-pertengahan-ahlul-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 08:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah & Keimanan]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlul Sunnah wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nama dan Sifat Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1763</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu karakteristik agama Islam adalah keadilan, bersikap pertengahan antara sikap melampaui batas dan sikap terlalu meremehkan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….” (QS. Al Baqarah: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1763&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Salah satu karakteristik agama Islam adalah keadilan, bersikap <a href="http://muslim.or.id/aqidah/sikap-pertengahan-umat-islam-antara-yahudi-dan-nashrani.html"><span style="color:black;">pertengahan</span></a> antara sikap melampaui batas dan sikap terlalu meremehkan. Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">“<em>Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), </em><strong><em>umat yang adil</em></strong><em> dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….</em>” (QS. Al Baqarah: 143)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Demikian pula keadaan <em>Ahlus sunnah wal jama’ah</em> di tengah firqah-firqah yang ada, mereka bersikap adil. Berikut di antara sikap adil <em>Ahlus sunnah </em>dalam memahami agama ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam Keimanan Terhadap Nama dan Sifat Allah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> mengatakan, “ Termasuk iman kepada Allah adalah beriman terhadap seluruh sifat  yang Allah sifatkan bagi diri-Nya yang telah ditetapkan dalam kitab-Nya dan juga yang disifatkan oleh Rasul-Nya tanpa melakukan <em>tahrif</em> dan <em>ta’thil</em> serta tanpa melakukan <em>takyif</em> dan <em>tamsil</em>, bahkan wajib beriman bahwa Allah <em>Ta’ala</em> :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB"> “…<em>Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat</em>.” (QS. Asy Syuura: 11)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Inilah keyakinan <em>Ahlus sunnah wal jama’ah</em>. Mereka bersikap adil, berada pertengahan antara <em>Ahlu ta’thil</em> dan <em>Ahlu tamsil</em>. <em>Ahlu ta’thil</em> mengingkari seluruh nama dan sifat yang wajib bagi Allah. Mereka terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menafikan semuanya, seperti keyakinan <em>Jahmiyyah</em> dan <em>Mu’tazilah</em>. Sedangkan kelompok yang kedua menafikan sebagiannya, seperti  <em>Asy’ariyyah</em> dan <em>Maturidiyyah</em>.Sedangkan  <em>Ahlu tamsil</em> menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Mereka menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya, seperti yang diyakini oleh  kelompok <em>Karomiyyah</em> dan <em>Husyaamiyyah</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Jadi, <em>Ahlus sunnah</em> dalam keimananan terhadap nama dan sifat Allah berada di antara dua kelompok yang menyimpang, kelompok yang yang <em>ghuluw</em> (bersikap berlebih-lebihan) dalam menyucikan dan menafikan sifat Allah yaitu <em>Ahlu ta’thil</em> dan kelompok yang <em>ghuluw</em> dalam menetapkan sifat Allah yaitu <em>Ahlu tamsil</em>. <em>Ahlus sunnah</em> tidak <em>ghuluw</em> (berlebihan) dalam menetapkan dan menafikan, mereka menetapkan nama dan sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan makhluk sbegaimana firman Allah dalam surat Asy Syuura’ di atas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam firman Allah (yang artinya) “<em>Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia’” </em>merupakan penafian yang mengandung kesempurnaan. Ini merupakan bantahan terhadap <em>Ahlu tamsil</em>. Sedangkan dalam firman Allah “<em>Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat</em>.” merupakan penetapan nama dan sifat-Nya. Ini merupakan bantahan terhadap <em>Ahlu ta’thil</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam Memahami Takdir Ilahi</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;" lang="EN-GB">Ahlus sunnah</span></em><span style="color:black;" lang="EN-GB"> beriman bahwa Allah telah menetapkan seluruh takdir sejak azali, dan Allah mengetahui takdir yang akan terjadi pada waktunya dan bagaimana bentuk takdir tersebut, semuanya terjadi sesuai dengan takdir yang telah Allah tetapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Adapun orang-orang yang menyelisihi al Quran dan sunnah mereka bersikap berlebih-lebihan. Yang satu terlalu meremahkan dan yang lain melampaui batas. Kelompok <em>Qodariyyah</em> mengingkari adanya takdir. Mereka mengatakan bahwa Allah tidak menakdirkan perbuatan hamba. Menurut mereka perbuatan hamba bukan makhluk Allah, namun hamba sendirilah yang menciptakan perbuatannya. Mereka mengingkari penciptaan Allah terhadap amal hamba. Kelompok yang lain adalah yang  terlalu melampaui batas dalam menetapkan takdir. Mereka dikenal dengan kelompok <em>Jabariyyah</em>. Mereka berlebihan dalam menetapkan takdir dan menafikan adanya kehendak hamba dalam perbuatannya. Mereka mengingkari adanya perbuatan hamba dan menisbatkan semua perbuatan hamba kepada Allah. Jadi seolah-olah hamba dipaksa dalam perbuatannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Kedua kelompok di atas telah salah dalam memahami takdir sebagaimana ditunjukkan dalam dalil yang banyak. Di antaranya firman Allah <em>‘Azza wa Jalla</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB"> “(<em>yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam</em>.” (QS. At Takwiir:28-29)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Pada ayat “ <em>(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menenmpuh jalan yang lurus</em>” merupakan bantahan untuk <em>Jabariyyah</em> karena pada ayat ini Allah menetapkan adanya kehendak bagi hamba. Hal ini bertentangan dengan keyakinan mereka yang mengatakan bahwa hamba dipaksa tanpa memiliki kehendak. Kemudian Allah berfirman  “<em>Dan kamu tidak dapat menghendaki (menenmpuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki oleh Allah, Tuhan semesta alam</em>.” Dalam ayat ini terdapat bantahan untuk <em>Qodariyah</em> yang mengatakan bahwa kehendak manusia itu berdiri sendiri dan diciptakan oleh hamba tanpa sesuai dengan  kehendak Allah karena pada ayat ini Allah mengaitkan kehendak hamba dengan kehendak-Nya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam Memaknai Janji dan Ancaman Allah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Banyak dalil baik dari al Quran dan sunnah tentang janji Allah bagi orang yang beriman, baik itu berupa kenikmatan surga, penghapusan dosa, pahala yang banyak, dan iming-iming lainnya. Di antaranya adalah firman Allah :</span></p>
<p style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="RTL" align="right"><span style="color:black;" lang="AR-SA">ُ</span><span style="color:black;" lang="EN-GB" dir="LTR">“<em>Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em>” (QS. Az Zumar:53)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Contoh dari sunnah misalnya sabda Nabi <em>shalallahu ‘alaihi wa sallam</em> kepada sahabat Abu Dzar Al Ghifari <em>radhiyallahu ‘anhu</em>,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">“<em>Tidaklah seorang hamba mengatakan, ‘Tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Allah’, kemudian dia meninggal dengan berpegang teguh pada hal tersebut, melainkan dia pasti masuk surga.</em>”[ H.R. Muslim 138]. Dalil-dali di atas disebut  <em>nusuusul wa’di</em> (dalil-dalil tentang janji kebaikan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Demikian juga banyak dalil-dalil tentang ancaman, baik itu berupa adzab yang pedih, kekal di neraka, disifati dengan kekafiran dan kefasikan, serta ancaman-ancaman lainnya. Semisal firman Allah <em>Ta’ala</em>,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB"> “<em>Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.</em>” (An Nisaa’:93).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dan juga sabda Nabi <em>shalallahu ‘alaihi wa salaam</em>,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">“<em>Mencerca orang muslim adalah fasiq dan memeranginya adalah kufur</em>“[H.R. Bukhari 46]. Dalil-dali di atas disebut <em>nusuusul wa’iid</em> (dalil-dalil ancaman).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Manusia dalam memahami dalil-dalil di atas terbagi menjadi 2 kelompok yang menyimpang dan satu kelompok pertengahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Kelompok pertama adalah <em>Murjiah</em>. Mereka mengambil dalil-dalil tentang janji kebaikan, namun meninggalkan dalil-dalil ancaman. Mereka mengatakan bahwa setiap dosa selain syirik pasti diampuni. Keimanan menurut mereka tidak akan dipengaruhi oleh kemaksiatan sebagaimanana ketaatan tidak akan bermanfaat dalam kekafiran. Mereka menyimpang dalam masalah ini karena mereka beribadah kepada Allah hanya berlandaskan <em>raja’</em> (rasa harap) semata, dan mengesampingkan sisi <em>khauf</em> (rasa takut).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Kelompok kedua disebut <em>Wa’idiyyah</em>, termasuk di dalamnya kelompok <em>Khawarij</em> dan <em>Mu’tazilah</em>. Mereka mengambil dalil-dalil tentang janji kebaikan dan juga ancaman, namun mereka berlebih-lebihan dalam dalil-dalil ancaman. Mereka berpendapat bahwa Allah <em>Ta’ala</em> pasti menunaikan janji dan ancaman-Nya. Yang menyebabkan mereka salah dalam masalah ini karena mereka beribadah kepada Allah dengan <em>khauf</em> semata, dan mengesampingkan <em>raja’</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Adapun <em>Ahlus sunnah</em> dalam masalah ini bersikap adil, bersikap pertengahan antara <em>Murjiah</em> dan <em>Wa’idiyyah</em>. Mereka mengambil dalil-dalil tentang janji sekaligus ancaman Allah. Mereka menggabungkan antara sikap <em>khauf</em> dan <em>raja’</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam Menggelari dan Menghukumi Seseorang</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Yang dimaksud dengan pemberian gelar di sini adalah penamaan/gelar di dalam agama, yakni istilah yang Allah tetapkan  sesuai janji dan ancaman-Nya, seperti mukmin, muslim, kafir, fasik, dll. Sedangkan yang dimaksud dengan hukum adalah hukum yang berkaitan dengan pemilik gelar tersebut baik hukum di dunia maupun di akherat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam hal menggelari dan menghukumi seseorang, <em>Ahlus sunnah</em> bersikap adil, <a href="http://muslim.or.id/aqidah/sikap-pertengahan-ahlus-sunnah.html"><span style="color:black;">pertengahan</span></a> antara sikap kelompok <em>Wa’idiyyah</em> dan <em>Murjiah</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Pertama</span></strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">: Dalam menggelari seseorang di dunia. Kelompok <em>Wa’idiyyah</em> meniadakan gelar ‘iman’ bagi pelaku dosa besar di dunia. Mereka menyebutnya kafir sebagaimana yang dilakukan <em>Khawarij</em>, atau mendudukkannya dalam kedudukan antara keimanan dan kekufuran (<em>manzilah baina manzilatain</em>), dia tidak mukmin dan tidak pula kafir, sebagaimana perbuatan <em>Mu’tazilah</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Adapun kelompok <em>Murjiah</em> dan <em>Jahmiyyah</em> beranggapan bahwa pelaku dosa besar adalah mukmin yang tetap sempurna keimanannya. Hal ini karena keimanan menurut mereka hanyalah yang terdapat di dalam hati (<em>ma’rifah qolbiyyah</em>). Mereka menganggap maksiat tidak mempengaruhi keimanan seseorang, sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat dalam kekafiran.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Sedangkan keyakinan <em>Ahlus sunnah wal jama’ah</em>, tetap memutlakkan bagi pelaku dosa besar sebagai mukmin, namun bukan mukmin yang sempurna imannya, yakni mukmin yang bermaksiat, mukmin yang fasik, atau mukmin dengan keimanannya dan fasik dengan dosa besar yang dilakukannya. Dengan hilangnya sebagiannya saja tidaklah menghilangkan seluruh keimanannya, namun tidak pula disebut iman yang mutlak (sempurna). Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> telah menggelari kaum mukminin yang saling berperang dalam firman-Nya,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB"> “<em>Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil(9). </em><strong><em>Orang-orang beriman</em></strong><em> itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.</em>” (QS. Al Hujuraat:9-10)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Kedua</span></strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">: Dalam masalah menghukumi pelaku dosa besar di akhirat. Kelompok <em>Wa’idiyyah</em> menghukumi pelaku dosa besar kekal di neraka. Demikian pula yang diyakini <em>Khawarij</em> dan <em>Mu’tazilah</em>. Adapun keyakinan <em>Ahlus sunnah</em>, bahwasanya pelaku dosa besar, bisa mendapat adzab, bisa pula mendapat rahmat Allah berupa ampunan. Jika diampuni, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga tanpa mengadzabnya, ini merupakan keutamaan yang Allah berikan bagi hambanya. Jika tidak, maka Allah akan mengadzabnya dan memasukkannya ke dalam neraka, ini sesuai dengan keadilan-Nya. Namun, dia tidak kekal dalam neraka seperti orang kafir.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam Menyikapi Para Sahabat</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Para sahabat adalah orang yang bertemu Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beriman padanya, dan meninggal dalam keadaan Islam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalam menyikapi para sahabat, <em>Ahlus sunnah</em> bersikap adil, pertengahan antara sikap <em>Rafidhah</em> dan <em>Khawarij</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Kelompok <em>Rafidhah</em> (yang dikenal sebagai <em>Syiah</em> di zaman sekarang) <em>ghuluw</em> terhadap sahabat ‘Ali <em>radhiyallahu ‘anhu</em> dan kepada ahli bait. Mereka melebihkannya daripada para sahabat yang lainnya, memerangi sebagian sahabat yang lainnya, menghina, mencela, dan bahkan mengkafirkan sebgaian di antara mereka,  khususnya terhadap khalifah Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Ustman <em>radhiyallahu ‘anhum</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Sebaliknya adalah sikap Khawarij. Mereka mengkafirkan sahabat ‘Ali <em>radhiyallahu ‘anhu</em> dan banyak sahabat yang lainnya. Mereka memeranginya dan menghalalkan darah dan harta mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Adapun<em> Ahlus sunnah</em> menyikapi mereka secara adil, berada pertengahan antara dua kelompok sesat di atas. Mereka mencintai para sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em> , meridhai mereka, meyakini keadilan mereka dan bahwasannya mereka adalah umat yang paling utama. Allah telah menjadikan mereka penjaga agama-Nya, dan menegakkan dengan sebab mereka akidah keimanan yang lurus dan suci.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Dalil dalil al Quran dan sunnah tentang keutamaan mereka sangat banyak. Di antaranya adalah firman Allah <em>Ta’ala</em>,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB"> “<em>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar</em>.” (QS. Al Fath:29)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Demikian pula sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB"> “<em>Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfaqkan emas sebanyak bukit uhud, tidak akan ada yang menyamai satu timbangan (pahala) seorangpun dari mereka, juga tidak akan sampai setengahnya</em>”<em>[</em> H.R Bukhari 3397<em>]</em>]</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Pembaca yang dirahmati Allah, inilah di antara bentuk sikap adil <em>Ahlus sunnah</em>. Sikap beragama yang harus kita pegang teguh dalam melaksanakan agama ini. Semoga paparan ringkas ini dapat memperkokoh akidah dan keyakinan kita. <em>Washalallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;" lang="EN-GB">Penulis: Abu ‘Athifah Adika Mianoki</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:black;" lang="EN-GB">Keterangan</span></span><span style="color:black;" lang="EN-GB">:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;" lang="EN-GB"> Tahrif</span></em><span style="color:black;" lang="EN-GB"> adalah menyelewengkan makna nama atau sifat Allah dari makna sebenarnya tanpa adanya dalil. Seperti mentahrif sifat mahabbah (cinta) bagi Allah menjadi irodatul khoir (menginginkan kebaikan).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;" lang="EN-GB">Ta’thil </span></em><span style="color:black;" lang="EN-GB">yaitu menolak nama dan sifat Allah baik secara total maupun sebagiannya, baik dengan memalingkan maknanya atau mengingkarinya. Seperti menolak sifat tangan bagi Allah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;" lang="EN-GB">Takyif</span></em><span style="color:black;" lang="EN-GB"> adalah menyebutkan hakekat sesuatu tanpa menyamakannya dengan yang lain. Seperti menyatakan panjang tangannya adalah 50 cm. Takyif tidak boleh dilakukan terhadap sifat Allah karena Allah tidak memberitahukan bagaimana hakekat sifat-Nya dengan sebenarnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;" lang="EN-GB">Tamtsil</span></em><span style="color:black;" lang="EN-GB"> adalah menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Seperti menyatakan Allah memiliki tangan dan sama dengan tanganku.. (lihat penjelasan lebih rinci dalam kitab <em>Syarh al ‘Aqidah al Wasithiyah</em> Syaikh ‘Utsaimin, dan Syaikh Shalih Fauzan)</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/aqidah-keimanan/'>Aqidah &amp; Keimanan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1763&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/10/15/sifat-pertengahan-ahlul-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Sejarah Gelap Para Paus</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/09/20/mengungkap-sejarah-gelap-para-paus/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/09/20/mengungkap-sejarah-gelap-para-paus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 09:14:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Egality]]></category>
		<category><![CDATA[Fraternity]]></category>
		<category><![CDATA[Liberty]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Benediktus IX]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Perancis]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Inquisisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah sekularisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[“Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan”. Itulah  judul sebuah buku yang belum lama ini diterbitkan oleh Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Edisi bahasa Inggris buku ini ditulis oleh Brenda Ralph Lewis dengan judul Dark History of the Popes – Vice Murder and Corruption in the Vatican.  “Benediktus IX, salah satu paus abad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1760&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>“Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan”. </em>Itulah  judul sebuah buku yang belum lama ini diterbitkan oleh Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Edisi bahasa Inggris buku ini ditulis oleh Brenda Ralph Lewis dengan judul <em>Dark History of the Popes – Vice Murder and Corruption in the Vatican.  </em></p>
<p style="text-align:justify;">“<strong>Benediktus IX</strong>, salah satu paus abad ke-11 <strong>yang paling hebat berskandal</strong>, yang dideskripsikan sebagai seorang yang keji, curang, buruk dan digambarkan sebagai ‘iblis dari neraka yang menyamar sebagai pendeta’. (hal.9)</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebagian gambaran tentang kejahatan Paus Benediktus IX dalam buku ini. Riwayat hidup dan kisah kejahatan Paus ini digambarkan cukup terperinci. Benediktus IX lahir sekitar tahun 1012. Dua orang pamannya juga sudah menjadi Paus, yaitu Paus Benediktus VIII dan Paus Yohanes  XIX. Ayahnya, Alberic III, yang bergelar <em>Count Tusculum, </em>memiliki pengaruh kuat dan mampu mengamankan singgasana Santo Petrus bagi Benediktus, meskipun saat itu usianya masih sekitar 20 tahunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Paus muda ini digambarkan sebagai seorang yang banyak melakukan perzinahan busuk dan pembunuhan-pembunuhan. Penggantinya, Paus Viktor III, menuntutnya dengan tuduhan melakukan ‘pemerkosaan, pembunuhan, dan tindakan-tindakan lain yang sangat keji’.  Kehidupan Benediktus, lanjut Viktor, ‘Begitu keji, curang dan buruk, sehingga  memikirkannya saja saya gemetar.” Benediktus juga dituduh melakukan tindak homoseksual dan bestialitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejahatan Paus Benediktus IX memang sangat luar biasa.  Bukan hanya soal kejahatan seksual, tetapi ia juga menjual tahta kepausannya dengan harga 680 kg emas kepada bapak baptisnya,  John Gratian. Gara-gara itu, disebutkan, ia telah menguras kekayaan Vatikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Paus lain yang dicatat kejahatannya dalam buku ini adalah Paus Sergius III.  Diduga, Paus Sergius telah memerintahkan pembunuhan terhadap Paus Leo V dan juga antipaus Kristofer yang dicekik dalam penjara tahun 904.  Dengan cara itu, ia dapat menduduki tahta suci Vatikan.  Tiga tahun kemudian, ia mendapatkan seorang pacar bernama Marozia yang baru berusia 15 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Sergius III  sendiri lebih tua 30 tahun dibanding Marozia.  Sergius dan Marozia kemudian memiliki anak  yang kelak menjadi Paus Yohanes XI, sehingga Sergius merupakan satu-satunya Paus yang tercatat memiliki anak yang juga menjadi Paus.<br />
Sebuah buku berjudul <em>Antapodosis </em>menggambarkan situasi  kepausan dari tahun 886-950 Masehi:</p>
<p style="text-align:justify;">“Mereka berburu dengan menunggang kuda yang berhiaskan emas, mengadakan pesta-pesta dengan berdansa bersama para gadis ketika perburuan usai dan beristirahat dengan para pelacur (mereka) di atas ranjang-ranjang berselubung kain sutera dan sulaman-sulaman emas di atasnya. Semua uskup Roma telah menikah dan istri-istri mereka membuat pakaian-pakaian sutera dari jubah-jubah suci.”</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak penulis sudah mengungkap sisi gelap kehidupan kepausan. Salah satunya Peter de Rosa, penulis buku <em>Vicars of Christ: The Dark Side of the Papacy. </em>Buku ini juga mengungkapkan bagaimana sisi-sisi gelap kehidupan dan kebijakan tahta Vatikan yang pernah melakukan berbagai tindakan kekejaman, terutama saat menerapkan Pengadilan Gereja (<em>Inquisisi</em>). Kekejaman Inquisisi sudah sangat masyhur dalam sejarah Eropa. Karen Armstrong, mantan biarawati dan penulis terkenal,  menyebutkan, bahwa Inquisisi adalah salah satu dari institusi Kristen yang paling jahat (<em>one of the most evil of all Christian institutions</em>). (Karen Armstrong, <em>Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World, </em>(London: McMillan London Limited, 1991).</p>
<p style="text-align:justify;">Inquisisi diterapkan terhadap berbagai golongan masyarakat yang dipandang membahayakan kepercayaan dan kekuasaan Gereja. Buku Brenda Ralph Lewis mengungkapkan dengan cukup terperinci bagaimana Gereja menindas ilmuwan seperti Galileo Galilei dan kawan-kawan yang mengajarkan teori heliosentris. Galileo (lahir 1564 M) melanjutkan teori yang dikemukakan oleh ahli astronomi asal Polandia, Nikolaus Copernicus. Tahun 1543, tepat saat kematiannya, buku Copernicus yang berjudul <em>De Revolutionibus Orbium Coelestium, </em>diterbitkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1616, buku <em>De Revolutionibus </em>dimasukkan ke dalam daftar buku terlarang. Ajaran heliosentris secara resmi dilarang Gereja. Tahun 1600, Giordano Bruno dibakar hidup-hidup sampai mati, karena mengajarkan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Lokasi pembakaran Bruno di Campo de Fiori, Roma, saat ini didirikan patung dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat situasi seperti itu, Galileo yang saat itu sudah berusia lebih dari 50 tahun, kemudian memilih sikap diam.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 22 Juni 1633, setelah beberapa kali dihadirkan pada sidang Inquisisi, Galileo diputus bersalah. Pihak Inquisisi menyatakan bahwa Galileo bersalah atas tindak kejahatan yang sangat mengerikan. Galileo pun terpaksa mengaku, bahwa dia telah bersalah. Bukunya, Dialogo, telah dilarang dan tetap berada dalam indeks  <em>Buku-Buku Terlarang </em>sampai hampei 200 tahun. Galileo sendiri dihukum penjara seumur hidup. Ia dijebloskan di penjara bawah tanah Tahta Suci Vatikan. Pada 8 Januari 1642, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke-78, Galileo meninggal dunia. Tahun 1972, 330 tahun setelah kematian Galileo, Paus Yohanes Paulus II mengoreksi keputusan kepausan terdahulu dan membenarkan Galileo.</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah-kisah kehidupan gelap para Paus serta berbagai kebijakannya yang sangat keliru banyak terungkap dalam lembaran-lembaran sejarah Eropa. Peter de Rosa, misalnya,  menceritakan, saat pasukan Napoleon menaklukkan Spanyol tahun 1808, seorang komandan pasukannya, Kolonel Lemanouski, melaporkan bahwa pastor-pastor Dominikan mengurung diri dalam biara mereka di Madrid.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika pasukan Lemanouski memaksa masuk, para <em>inquisitors </em>itu tidak mengakui adanya ruang-ruang penyiksaan dalam biara mereka. Tetapi, setelah digeledah, pasukan Lemanouski menemukan tempat-tempat penyiksaan di ruang bawah tanah.  Tempat-tempat itu penuh dengan tawanan, semuanya dalam keadaan telanjang, dan beberapa di antaranya gila.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasukan Prancis yang sudah terbiasa dengan kekejaman dan darah, sampai-sampai merasa muak dengan pemandangan seperti itu. Mereka lalu mengosongkan ruang-ruang penyiksaan itu, dan selanjutnya meledakaan biara tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejahatan penguasa-penguasa agama ini akhirnya berdampak pada munculnya gerakan liberalisasi dan sekularisasi di Eropa. Masyarakat menolak campur tangan agama (Tuhan) dalam kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian lagi bahkan menganggap agama sebagai candu, yang harus dibuang, karena selama ini agama digunakan alat penindas rakyat. Penguasa agama dan politik bersekutu menindas rakyat, sementara mereka hidup berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Salah satu contoh adalah Revolusi Perancis (1789), yang mengusung jargon “<em>Liberty, Egality, Fraternity”.  </em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa itu, para agamawan (clergy) di Perancis menempati kelas istimewa bersama para bangsawan.  Mereka mendapatkan berbagai hak istimewa, termasuk pembebasan pajak. Padahal, jumlah mereka sangat kecil, yakni hanya sekitar 500.000 dari 26 juta rakyat Prancis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dendam masyarakat Barat terhadap keistimewaan para tokoh agama yang bersekutu dengan penguasa yang menindas rakyat semacam itu juga berpengaruh besar terhadap sikap Barat dalam memandang agama. Tidak heran, jika pada era berikutnya, muncul sikap anti pemuka agama, yang dikenal dengan istilah “anti-clericalism”. Trauma terhadap Inquisisi Gereja dan berbagai penyimpangan kekuasaan agama sangatlah mendalam, sehingga muncul fenomena “<em>anti-clericalism” </em>tersebut di Eropa pada abad ke-18. Sebuah ungkapan populer ketika itu, ialah: “Berhati-hatilah, jika anda berada di depan wanita, hatilah-hatilah anda jika berada di belakang keledai, dan berhati-hatilah jika berada di depan atau di belakang pendeta.” (<em>Beware of a woman if you are in front of her, a mule if you are behind it and a priest whether you are in front or behind).”  </em>(Owen Chadwick, <em>The Secularization of the European Mind in the Nineteenth Century, </em>(New York: Cambridge University Press, 1975).</p>
<p style="text-align:justify;">Trauma pada dominasi dan hegemoni kekuasaan agama (Kristen) itulah yang memunculkan paham sekularisme dalam politik, yakni memisahkan antara agama dengan politik. Mereka selalu beralasan, bahwa jika agama dicampur dengan politik, maka akan terjadi “politisasi agama”; agama haruslah dipisahkan dari negara. Agama dianggap sebagai wilayah pribadi dan politik (negara) adalah wilayah publik; agama adalah hal yang suci sedangkan politik adalah hal yang kotor dan profan.<br />
Trauma Barat terhadap sejarah keagamaan mereka berpengaruh besar terhadap cara pandang mereka terhadap agama. Jika disebut kata “religion” maka yang teringat dalam benar mereka adalah sejarah agama Kristen, lengkap dengan doktrin, ritual, dan sejarahnya yang kelam yang diwarnai dengan inquisisi dan sejarah persekusi para ilmuwan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai penyelewengan penguasa agama, dan pemberontakan tokoh-tokoh Kristen kepada kekuasaan Gereja yang mengklaim sebagai wakil Kristus menunjukkan bahwa konsep “infallible” (tidak dapat salah) dari Gereja sudah tergoyangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Muslim, perlu mengambil hikmah dari kasus kejahatan para pemimpin Gereja ini. Ketika para tokoh agama tidak mampu menyelaraskan antara ucapan dan perilakunya, maka masyarakat akan semakin tidak percaya, bahkan bias “alergi” dengan agama.  Jika orang-orang yang sudah terlanjur diberi gelar — atau memberi gelar untuk dirinya sendiri – sebagai “ULAMA”, tidak dapat mempertanggungjawabkan amal perbuatannya, maka bukan tidak mungkin, umat akan hilang kepercayaannya kepada para ulama. Mereka akan semakin jauh dari ulama dan lebih memuja selebriti – baik selebriti seni maupun politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus yang menimpa sejumlah tokoh agama Katolik  itu dapat  juga menimpa agama mana saja. Jika tokoh-tokoh partai politik Islam tidak dapat memegang amanah — sibuk  mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya, tak henti-hentinya mempertontonkan konflik dan pertikaian –  maka bukan tidak mungkin, umat akan lari dari mereka dan partai mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika para pimpinan pesantren tidak dapat memegang amanah, para ulama sibuk mengejar keuntungan duniawi, dan sebagainya,  maka umat juga akan lari dari mereka.  Jika orang-orang yang dianggap mengerti agama tidak mampu menjadi teladan bagi masyarakat, tentu saja sulit dibayangkan masyarakat umum akan sudi mengikuti mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua kisah ini, untuk kebaikan umat Islam di masa yang akan datang<em>.[hidayatullah/</em><em>, 20 Maret 2011] </em></p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/ragam-berita/'>Ragam Berita</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1760&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/09/20/mengungkap-sejarah-gelap-para-paus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah Dibalik Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/08/12/hikmah-dibalik-puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/08/12/hikmah-dibalik-puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 08:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebun Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Derajat Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia beriman]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Berikut adalah beberapa hikmah di balik puasa Ramadhan yang kami sarikan dari beberapa kalam ulama. Semoga bermanfaat. 1. Menggapai Derajat Takwa Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1755&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah <span style="text-decoration:underline;">beberapa hikmah di balik puasa Ramadhan</span> yang kami sarikan dari beberapa kalam ulama. Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Menggapai Derajat Takwa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em>.” <strong>(QS. Al Baqarah: 183)</strong>. Ayat ini menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Inilah pengertian takwa. Bentuk takwa dalam puasa dapat kita lihat dalam berbagai hal berikut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, orang yang berpuasa akan meninggalkan setiap yang Allah larang ketika itu yaitu dia meninggalkan makan, minum, berjima’ dengan istri dan sebagainya yang sebenarnya hati sangat condong dan ingin melakukannya. Ini semua dilakukan dalam rangka taqorrub atau mendekatkan diri pada Allah dan meraih pahala dari-Nya. Inilah bentuk takwa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, orang yang berpuasa sebenarnya mampu untuk melakukan kesenangan-kesenangan duniawi yang ada. Namun dia mengetahui bahwa Allah selalu mengawasi diri-Nya. Ini juga salah bentuk takwa yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, ketika berpuasa, setiap orang akan semangat melakukan amalan-amalan ketaatan. Dan ketaatan merupakan jalan untuk menggapai takwa. Inilah sebagian di antara bentuk takwa dalam amalan puasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Hikmah di Balik Meninggalkan Syahwat dan Kesenangan Dunia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam berpuasa, setiap muslim diperintahkan untuk meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman. Itu semua dilakukan karena Allah. Dalam hadits qudsi, Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku</em>”.<a href="../../../Others/muslim_or.id_files/hikmah-di-balik-puasa-ramadhan.html#_ftn3"><span style="color:windowtext;">[</span><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"> HR. Muslim no. 1151</span><span style="color:windowtext;">]</span></a></p>
<p style="text-align:justify;">Di antara <a href="http://muslim.or.id/ramadhan/hikmah-di-balik-puasa-ramadhan.html"><span style="color:windowtext;">hikmah </span></a>meninggalkan syahwat dan kesenangan dunia ketika berpuasa adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, dapat mengendalikan jiwa. Rasa kenyang karena banyak makan dan minum, kepuasan ketika  berhubungan dengan istri, itu semua biasanya akan membuat seseorang lupa diri, kufur terhadap nikmat, dan menjadi lalai. Sehingga dengan berpuasa, jiwa pun akan lebih dikendalikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, hati akan menjadi sibuk memikirkan hal-hal baik dan sibuk mengingat Allah. Apabila seseorang terlalu tersibukkan dengan kesenangan duniawi dan terbuai dengan makanan yang dia lahap, hati pun akan menjadi lalai dari memikirkan hal-hal yang baik dan lalai dari mengingat Allah. Oleh karena itu, apabila hati tidak tersibukkan dengan kesenangan duniawi, juga tidak disibukkan dengan makan dan minum ketika berpuasa, hati pun akan bercahaya, akan semakin lembut, hati pun tidak mengeras dan akan semakin mudah untuk tafakkur (merenung) serta berdzikir pada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, dengan menahan diri dari berbagai kesenangan duniawi, orang yang berkecukupan akan semakin tahu bahwa dirinya telah diberikan nikmat begitu banyak dibanding orang-orang fakir, miskin dan yatim piatu yang sering merasakan rasa lapar. Dalam rangka mensyukuri nikmat ini, orang-orang kaya  pun gemar berbagi dengan mereka yang tidak mampu.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, dengan berpuasa akan mempersempit jalannya darah. Sedangkan setan berada pada jalan darahnya manusia. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</p>
<p style="text-align:justify;">ِ“<em>Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah</em>.” [HR. Bukhari no. 7171 dan Muslim no. 2174]</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi puasa dapat menenangkan setan yang seringkali memberikan was-was. Puasa pun dapat menekan syahwat dan rasa marah. Oleh karena itu, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjadikan puasa sebagai salah satu obat mujarab bagi orang yang memiliki keinginan untuk menikah namun belum kesampaian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Mulai Beranjak Menjadi Lebih Baik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di bulan Ramadhan tentu saja setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia, juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;"> “<em>Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja</em>.” [HR. Ahmad 2/373. Syaikh Syu’aib Al Arnauth ]</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadhan masih diisi pula dengan berbagai maksiat. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari <em>rasani</em> orang lain (baca: ghibah), dari berbagai perkaataan maksiat, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat dan hal-hal yang sia-sia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan</em>.” [HR. Bukhari no. 1903]</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;"> “<em>Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”</em>.”  [HR. Ibnu Khuzaimah 3/242]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lagwu </em>adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat. Orang yang dulu malas-malasan shalat 5 waktu seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Juga dalam masalah shalat Jama’ah bagi kaum pria, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu pula dalam bulan Ramadhan banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit</em>.” [HR. Muslim no. 782]</p>
<p style="text-align:justify;">Ibadah dan amalan ketaatan bukanlah ibarat bunga yang mekar pada waktu tertentu saja. Jadi, ibadah shalat 5 waktu, shalat jama’ah, shalat malam, gemar bersedekah dan berbusana muslimah, bukanlah jadi ibadah musiman. Namun sudah seharusnya di luar bulan Ramadhan juga tetap dijaga. Para ulama seringkali mengatakan, “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, -pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah pula pesan dari Ka’ab, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lantas terbetik dalam hatinya bahwa setelah lepas dari Ramadhan akan berbuat maksiat pada Rabbnya, maka sungguh puasanya itu tertolak (tidak bernilai apa-apa).”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Kesempatan untuk Saling Berkasih Sayang dengan Si Miskin dan Merasakan Penderitaan Mereka</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Puasa akan menyebabkan seseorang lebih menyayangi si miskin. Karena orang yang berpuasa pasti merasakan penderitaan lapar dalam sebagian waktunya. Keadaan ini pun ia rasakan begitu lama. Akhirnya ia pun bersikap lemah lembut terhadap sesama dan berbuat baik kepada mereka. Dengan sebab inilah ia mendapatkan balasan melimpah dari sisi Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula dengan puasa seseorang akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang miskin, fakir, yang penuh kekurangan. Orang yang berpuasa akan merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh mereka-mereka tadi. Inilah yang menyebabkan derajatnya meningkat di sisi Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah beberapa hikmah syar’i yang luar biasa di balik puasa Ramadhan. Oleh karena itu, para salaf sangatlah merindukan bertemu dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya. Sebagian ulama mengatakan, “<em>Para salaf biasa berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalan-amalan mereka diterima</em>”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hikmah Puasa yang Keliru</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun hikmah puasa yang biasa sering dibicarakan sebagian kalangan bahwa puasa dapat menyehatkan badan (seperti dapat menurunkan bobot tubuh, mengurangi resiko stroke, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi resiko diabetes), maka itu semua adalah <span style="text-decoration:underline;">hikmah ikutan saja dan bukan hikmah utama</span>. Sehingga hendaklah seseorang meniatkan puasanya untuk mendapatkan hikmah syar’i terlebih dahulu dan janganlah dia berpuasa hanya untuk mengharapkan nikmat sehat semata. Karena jika niat puasanya hanya untuk mencapai kenikmatan dan kemaslahatan duniawi, maka pahala melimpah di sisi Allah akan sirna walaupun dia akan mendapatkan nikmat dunia atau nikmat sehat yang dia cari-cari.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat</em>.” <strong>(QS. Asy Syuraa: 20)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Orang yang gemar berbuat riya’ akan diberi balasan kebaikan mereka di dunia. Mereka sama sekali tidak akan dizholimi. Namun ingatlah, barangsiapa yang melakukan amalan puasa, amalan shalat atau amalan shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Akan tetapi, amalannya akan lenyap di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari keuntungan dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga yang benar, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan utama yang dicari-cari. Jika seseorang berniat ikhlas dalam puasanya, niscaya nikmat dunia akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari-cari. Ingatlah selalu nasehat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya</em>.” [HR. Tirmidzi no. 2465]</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun hadits yang mengatakan,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat</em>.” Perlu diketahui bahwa hadits semacam ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) menurut ulama pakar hadits.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita bisa menarik hikmah berharga di balik puasa kita di bulan penuh kebaikan, bulan Ramadhan.<em>(<span style="color:blue;"><a href="http://rumaysho.com/">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span>)</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/kebun-hikmah/'>Kebun Hikmah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1755&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/08/12/hikmah-dibalik-puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Sepantasnya Kita Menyombongkan Diri</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/07/04/tidak-sepantasnya-kita-menyombongkan-diri/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/07/04/tidak-sepantasnya-kita-menyombongkan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 09:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebun Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya Kesombongan]]></category>
		<category><![CDATA[Merendahkan Orang Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Sombong]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik dan Ria]]></category>
		<category><![CDATA[Takabur]]></category>
		<category><![CDATA[Ujub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1749</guid>
		<description><![CDATA[Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits beliau Shallallahu ‘alaihi wa salllam, “Kesombongan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1749&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kesombongan (<em>takabbur</em>) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan <em>al-kibr </em>yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. Orang <strong><span style="color:black;font-weight:normal;">sombong</span></strong> itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa salllam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia</em>.” [H.R. Muslim, no. 2749, dari 'Abdullah bin Mas'ûd]</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah yang membedakan takabbur dari sifat <em>‘ujub</em> (membanggakan diri, silau dengan diri sendiri). Sifat<em> ‘ujub</em>, hanya membanggakan diri tanpa meremehkan orang. Sedangkan takabbur, disamping membanggakan diri juga meremehkan orang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebab-sebab Kesombongan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebab-sebab kesombongan, antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1- </strong><em><strong>‘Ujub </strong></em><strong>(Membanggakan Diri) </strong><br />
Ketahuilah wahai hamba yang ber-<em>tawadhu’ </em>–semoga Allah lebih meninggikan derajat bagimu-, bahwa manusia tidak akan takabbur kepada orang lain sampai dia terlebih dahulu merasa <em>‘ujub</em> (membanggakan diri) terhadap dirinya, dan dia memandang dirinya memiliki kelebihan dari orang lain. Maka dari <em>‘ujub</em> ini muncul kesombongan. Dan ‘ujub merupakan perkara yang membinasakan, berdasarkan sabda Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya.</em>” [<em>Silsilah Shahihah</em>, no. 1802]</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;"> “<em>Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat</em>.” [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2- Merendahkan Orang Lain. </strong><br />
Ketahuilah wahai hamba (Allah), bahwa orang yang tidak meremehkan manusia, tidak akan takabbur terhadap mereka. Sedangkan meremehkan seseorang yang dimuliakan Allah dengan keimanan sudah cukup untuk menjadikan sebuah dosa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3- Suka Menonjolkan Diri (</strong><em><strong>Taraffu</strong></em><strong>). </strong><br />
Ketahuilah wahai hamba yang tunduk kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, bahwa jiwa manusia itu menyukai ketinggian di atas sesamanya, dan dari sini muncul kesombongan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, barangsiapa memperhatikan Al-Qur’an niscaya akan mendapati bahwa orang-orang yang bersombong pada tiap-tiap kaum adalah para pemukanya, yaitu orang-orang yang memegang kendali berbagai urusan. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman tentang suku Tsamud, kaum Nabi Shalih <em>Alaihissalam</em> yang artinya, “<em>Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, ‘Tahukah kamu bahwa Shalih di utus (menjadi Rasul) oleh Tuhannya?’ Mereka (yang dianggap lemah-red) menjawab, ‘Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya</em>.’</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “<em>Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. dan mereka berkata, “<em>Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).</em>” [al-A’râf/7:75-77]</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Allah <em>Ta’ala</em> memberitakan tentang kaum Nabi Syu’aib<em> Alaihissalam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan dan berkata, ‘Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami.’ Syu’aib berkata, ‘Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?</em>‘” [Al-A’raaf/7: 88]</p>
<p style="text-align:justify;">Namun orang yang berakal akan berlomba pada ketinggian yang tetap lagi kekal, yang di dalamnya terdapat keridhaan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan kedekatan kepadaNya. Dan dia meninggalkan ketinggian sementara yang akan binasa, yang akan diikuti oleh kemurkaan Allah dan kemarahanNya, kerendahan hamba, kesibukannya, jauhnya dari Allah dan terusirnya (dari rahmat) Allah. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.</em>” [Al-Qashash/28: 83]</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun ketinggian yang pertama (yakni ketinggian yang tetap lagi kekal di akhirat) dan bersemanagat untuk meraihnya, maka itu terpuji. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba</em>.” [Al-Muthaffifin/83: 26]</p>
<p style="text-align:justify;">Maka disyari’atkan berlomba-lomba untuk (meraih) derajat-derajat tinggi di akhirat yang kekal, dan berusaha meraih ketinggian pada tingkatan-tingkatannya, serta bersemangat untuk itu dengan berusaha melakukan sebab-sebabnya. Dan hendaklah seseorang tidak merasa puas dengan kerendahan, padahal dia mampu meraih ketinggian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4- Mengikuti Hawa Nafsu. </strong><br />
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa kesombongan itu muncul dari sebab mengikuti hawa nafsu, karena memang hawa nafsu itu mengajak menuju ketinggian dan kemuliaan di muka bumi. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?</em>” [Al-Baqarah/2: 87]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahaya Kesombongan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketahuilah wahai hamba Allah yang hatinya dihiasi dengan <em>tawadhu’ </em>(rendah hati) bahwa bencana kesombongan itu sangat besar, orang-orang istimewa binasa di dalamnya, dan jarang orang yang bebas darinya, baik para ulama, ahli ibadah, atau ahli zuhud. Bagaimana bencana kesombongan itu tidak besar, sedangkan kesombongan itu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1- Dosa Pertama Yang Dengannya Allah </strong><em><strong>Azza Wa Jalla</strong></em><strong> Dimaksiati. </strong><br />
Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis laknatullah dalam bermaksiat kepada Allah <em>Azza wa jalla</em>. Kesombongan itu menyeret Iblis untuk menjadikan takdir sebagai alasan terus-menerus sombong. Allah <em>Azza wa Jalla </em>berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!,’ Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.</em>” [Al-Baqarah/2: 34]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2- Kesombongan Merupakan Kawan Syirik Dan Penyebabnya. </strong><br />
Oleh karena itulah Allah <em>Azza wa Jalla</em> menggabungkan antara kekafiran dengan kesombongan di dalam kitab-Nya yang mulia, Dia <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.</em>” [Shaad/38: 73-74]</p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>Azza wa Jalla</em> juga berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">” <em>(Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir</em>.” [Az-Zumar/39: 59]</p>
<p style="text-align:justify;">Karena barangsiapa <em>takabbur</em> dari patuh kepada<em> al-haq</em> (kebenaran) –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah kepada Allah, karena Allah adalah <em>Al-Haq</em>, perkataan-Nya adalah haq, agama-Nya adalah haq, al-haq merupakan sifat-Nya, dan <em>al-haq </em>adalah dari-Nya dan untukNya. Maka, jika seorang hamba menolak <em>al-haq</em>, <em>takabbur</em> dari menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan <em>takabbur </em>terhadap-Nya. Dan barangsiapa <em>takabbur</em> terhadap Allah, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3- Orang-Orang Yang Sombong Tempat Kembalinya Adalah Neraka. </strong><br />
Oleh karena itulah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menjadikan neraka sebagai rumah bagi orang-orang yang sombong, sebagaimana di dalam surat Al-Ghafir ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Allah <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.</em>” [Az-Zumar/39: 72]</p>
<p style="text-align:justify;">Dan orang-orang yang sombong adalah para penduduk neraka Jahannam, berdasarkan sabda Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan.</em>” [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di dalam Jahannam, akan diliputi kehinaan dari berbagai tempat, dan akan diminumi nanah penduduk neraka. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;"> “<em>Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)</em>.” [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam <em>al-Adabul Mufrad</em>, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam <em>Zawaid Az-Zuhd</em>, no. 151]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4- Kesombongan Merupakan Tirai Penghalang Masuk <a href="http://ustadzmuslim.com/tauhid-sarana-masuk-sorga/" target="_blank">Surga</a>. </strong><br />
Oleh karena itu, Allah mengusir Iblis dari surga, Dia <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya!</em>” [Al-A’râf/7: 13]</p>
<p style="text-align:justify;">Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk surga karena menghalangi seorang hamba dari akhlaq orang-orang beriman. Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada sifat yang tercela kecuali dia memilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5- Allah Tidak Mencintai Orang-Orang Yang Sombong. </strong><br />
Barangsiapa yang memiliki sifat-sifatnya seperti ini, maka dia berhak mendapatkan laknat Allah, jauh dari rahmatNya, Allah memurkainya dan tidak mencintainya. Allah <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong</em>.” [An-Nahl/16: 22-23]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6- Kesombongan Merupakan Sebab </strong><em><strong>Su-ul Khatimah </strong></em><strong>(Keburukan Akhir Kehidupan). </strong><br />
Oleh karena itu Allah memberitakan bahwa orang yang sombong dan sewenang-wenang adalah orang-orang yang Allah menutup hati mereka, sehingga mereka tidak beriman. Sehingga akhir kehidupannya buruk. Allah <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang</em>.” [Al-Mukmin/40: 35]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7- Kesombongan Merupakan Sebab Berpaling Dari Ayat-Ayat Allah. </strong><br />
Yang demikian itu karena orang yang sombong tidak bisa melihat ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan berbicara dengan dalil-dalil yang pasti. Juga karena kesombongan itu menutupi kedua matanya, sehingga dia tidak melihat kecuali dirinya. Allah <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi</em>.” [Al-A’raaf/7: 146]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8- Kesombongan Merupakan Dosa Terbesar. </strong><br />
Kesombongan memiliki berbagai bahaya seperti ini; maka tidak heran jika ia merupakan dosa terbesar. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri).</em>” [Hadist Hasan <em>Lighairihi</em>, sebagaimana di dalam <em>Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah</em>, no. 658, karya Syaikh Al-Albani]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber: </strong><em><strong>At-Tawaadhu’ fii Dhauil Qur’anil Kariim was Sunnah ash-Shahiihah</strong></em><strong> </strong><strong><em><span style="font-weight:normal;">karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali </span></em></strong><em>hafizhahullah</em><em><strong><span style="font-style:normal;">, </span></strong></em><strong><em><span style="font-weight:normal;">hlm. 35-44; Penerbit. Daar Ibnul Qayyim; Cet. 1; Th. 1410 H/1990 M</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/kebun-hikmah/'>Kebun Hikmah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1749&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/07/04/tidak-sepantasnya-kita-menyombongkan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Syari&#8217;at Islam di Aceh Mulai Digugat</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/06/17/ketika-syariat-islam-di-aceh-mulai-digugat/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/06/17/ketika-syariat-islam-di-aceh-mulai-digugat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 07:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hak azazi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Kebihan Syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keistimewaan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pelanggaran Ham]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Penerapan syariat Islam di Aceh kembali digugat dan “diserang”. Kali ini, gugatan dan serangan tersebut datang dari Direktur Asia Pasifik Amnesty Internasional (AI), Sam zarifi dalam keterangannya yang diterima Antara London, Ahad (22/5/2011). AI mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan penggunaan cambuk sebagai bentuk hukuman dan mencabut peraturan yang menerapkannya di Provinsi Aceh. AI menyerukan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1745&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Penerapan syariat Islam di Aceh kembali digugat dan “diserang”. Kali ini, gugatan dan serangan tersebut datang dari Direktur Asia Pasifik Amnesty Internasional (AI), Sam zarifi dalam keterangannya yang diterima Antara London, Ahad (22/5/2011).</p>
<p style="text-align:justify;">AI mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan penggunaan cambuk sebagai bentuk hukuman dan mencabut peraturan yang menerapkannya di Provinsi Aceh. AI menyerukan kepada pemerintah pusat Indonesia untuk mengkaji semua hukum dan peraturan lokal untuk menjamin keselarasan mereka dengan hukum dan standar Hak Asasi Manusia (HAM) internasional, juga dengan ketentuan ketentuan-ketentuan HAM dalam undang-undang domestik. (<em>Serambi, 23 Mei 2011</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak Aceh memproklamirkan sebagai “negeri syariat” pada tahun 2002, berbagai rintangan dan tantangan terus menghadang. Berbagai “serangan” dan gugatan dialamatkan kepada penerapan syariat Islam di Aceh, baik datangnya dari pihak luar (non muslim) maupun dari pihak dalam (muslim sekuler) sendiri. “Serangan” dan gugatan yang bertubi-tubi tersebut terus bermunculan sampai hari ini, seakan tak habis-habisnya. Dengan dalih HAM, para penentang syariat Allah berteriak lantang menentang penerapan syariat Islam di Aceh. Tujuannya jelas, mendiskriditkan syariat Islam dan tidak rela syariat Islam diterapkan di Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt telah mengingatkan kita terhadap pihak-pihak yang tidak rela dan senang dengan syariat Islam untuk selama-lamanya, sebagaimana firman-Nya, <em>“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengingkuti agama mereka..” </em>(Al-Baqarah: 120). Perasaan tidak suka terhadap syariat Islam juga telah merasuk ke dalam sanubari orang Islam yang sekuler, yang merupakan notabene murid dan pengikut setia misionaris dan orientalis. Apa yang disebutkan dalam al-Quran tersebut telah terbukti sejak dulu sampai saat ini, bahkan sampai hari Kiamat nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menepis berbagai tuduhan negatif dan syubhat terhadap syariat Islam yang mulia ini, maka menurut hemat penulis, kita perlu menjelaskan visi dan misi syariat Islam secara persuasif, konfrehensif dan argumentatif. Kita perlu mensosialisasikan maksud dan tujuan Islam diturunkan kepada seluruh umat manusia. Agar tidak salah dipahami dan dicurigai.</p>
<p><strong>Maksud dan Tujuan Syariat Islam diturunkan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Islam merupakan satu-satunya agama yang diakui dan dirihai Allah Swt kepada umat manusia dan berlaku sepanjang zaman. Syariat Islam datang sebagai penyempurna sekaligus penghapus syariat Nabi-Nabi sebelumnya yang hanya bersifat temporer dan teritorial. Sebagai agama yang terakhir dan sempurna, Islam membawa misi perdamaian dan rahmatan lil’alamin (Al-Anbiya’: 107 dan Yunus: 57).</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, maksud dan tujuan diturunkan syariat Islam adalah untuk mendatangkan kemaslahatan dan sekaligus menolak kemudharatan dalam kehidupan umat manusia. Konsep ini dikenal dengan maqashid syariah. Maqashid Syariah berarti tujuan Allah dan Rasul-Nya dalam merumuskan hukum-hukum Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan ini dapat ditelusuri dalam ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw sebagai alasan logis bagi rumusan suatu hukum yaang berorientasi kepada kemaslahatan umat manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Imam Abu Zahrah, Syariat Islam datang membawa rahmat bagi umat manusia (Al-Anbiya’: 107 dan Yunus: 57). Oleh karena itu, ada tiga sasaran hukum Islam: Pertama, penyucian jiwa, agar setiap muslim menjadi sumber kebaikan –bukan sumber keburukan- bagi masyarakat lingkungannnya. Kedua, menegakkan keadilan dalam masyarakat Islam, baik yang menyangkut urusan sesama kaum muslimin maupun dalam berhubungan dengan pihak lain (non muslim) (Al-Maidah: 8 dan An-Nahl: 90). Ketiga, dan ini merupakan tujuan puncak yang harus terdapat dalam setiap hukum Islam, ialah kemaslahatan. Tidak sekali-kali suatu perkara syariat melainkan disitu terkandung maslahat yang hakiki, walaupun maslahat tersebut tersamar pada sebahagian orang yang tertutup oleh hawa nafsunya. (Ushul al-Fiqh, hal. 327)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam asy-Syatibi melaporkan hasil penelitian para ulama terhadap ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Rasulullah bahwa hukum-hukum disyariatkan Allah Swt untuk mewujudkan kemaslahatan umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kemaslahatan yang akan diwujudkan itu menurut imam asy-Syatibi terbagi kepada tiga tingkatan, yaitu kebutuhan dharuriyyat, kebutuhan hajiyat, dan kebutuhan tahsiniyyat. Kebutuhan dharuriyyat itu ada lima, yaitu: memelihara <em>ad-dien </em>(agama), <em>an-nafs </em>(jiwa), <em>an-nasl </em>(keturunan), <em>al-mal </em>(harta)dan <em>al-‘aql </em>(akal). (al-Muwafaqat fi Ushul asy-Syari’ah, I/265).</p>
<p style="text-align:justify;">Imam al-Ghazali dengan gamblang menjelaskan maqashid syariah. Menurutnya, tujuan syara’ yang berhubungan dengan makhluk ada lima, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta mereka. Maka, setiap hal yang mengandung upaya menjaga lima perkara pokok tersebut itu adalah maslahat. Sebaliknya, setiap hal yang tidak mengandung lima perkara pokok tersebut adalah mafsadah, dan menolaknya termasuk maslahat.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Imam Abu Zahrah, maslahat Islamiah yang diwujudkan melalui hukum-hukum Islam dan ditetapkan berdasarkan nash-nash agama adalah maslahat hakiki. Maslahat ini mengacu kepada pemeliharaan terhadap lima hal, yaitu memelihara agama, jiwa, harta, akal dan keturunan. Ini disebabkan dunia, tempat manusia hidup, ditegakkan di atas pilar-pilar kehidupan yang lima itu.Tanpa terpeliharanya hal ini tidak akan tercapai kehidupan manusia yang luhur secara sempurna. Oleh karena itu, kemuliaan manusia tidak bisa dipisahkan dari pemeliharaan terhadap lima hal tadi. Agama, misalnya, merupakan keharusan bagi manusia. Dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dibawa oleh ajaran agama, manusia menjadi lebih tinggi derajatnya dari derajat hewan. Sebab beragama adalah salah satu ciri khas manusia. Dalam memeluk suatu agama, manusia harus memperoleh rasa aman dan damai, tanpa ada intimidasi. Islam dengan peraturan-peraturan hukumnya melindungi kebebasan beragama. (Ushul Fiqh, hal. 320)</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, dalam konsep maqashid syariah, ada lima kebutuhan kehidupan primer manusia yang mesti ada (ad-dharuriyyat al-khams) atau kini populer dengan sebutan HAM (Hak Asasi Manusia) yang dilindungi oleh syariat yaitu agama, jiwa, akal, nasab, dan harta. Syariat diturunkan untuk memelihara kelima HAM tersebut. Pelanggaran terhadap salah satu daripadanya dianggap sebagai suatu kriminal (jarimah).</p>
<p><strong> Tujuan Hukuman Dalam Islam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjaga maslahah adh-dharuriyat al-khams, Islam mensyariatkan sanksi (<em>uqubat</em>) yang cukup tegas, yaitu hukuman hudud, qishash dan ta’zi,r demi menciptakan kemaslahatan publik dan menolak kemudharatan. Hukuman murtad (had ar-riddah) yaitu dibunuh, bertujuan untuk menjaga kemaslahatan agama, agar orang tidak mempermainkan agama dengan seenaknya. Hukuman minum minuman keras (had al-khamr) yaitu cambuk delapan puluh kali atau empat puluh kali bertujuan untuk menjaga akal agar tetap baik dan sehat. Hukuman zina (<em>had az-zina</em>) yaitu seratus kali cambuk bagi yang belum kawin (ghair muhshan) dan rajam bagi yang sudah kawin (muhshan) bertujuan untuk menjaga nasab dan menghindari dari penyakit yang berbahaya. Hukuman tuduhan berzina (had al-qazf) yaitu dicambuk delapan puluh kali bertujuan untuk menjaga kehormatan. Hukuman pencurian (had as-sariqah) yaitu potong tangan bertujuan untuk menjaga harta. Dan hukuman pembunuhan dan penganiayaan yaitu qishah (dibunuh atau dianiaya pula) bertujuan untuk menjaga jiwa manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam Islam dikenal beberapa jenis hukuman seperti potong tangan, cambuk, rajam, qishah dan dibunuh. Hukuman ini diberikan sesuai dengan jenis dan tingkatan kriminalnya. Tujuan semua jenis hukuman ini adalah untuk menjaga kehormatan seseorang, menjaga masyarakat dari kekacauaan dan prilaku buruk atau hina, mensucikan jiwa yang telah ternoda dengan dosa, dan memelihara kemaslahatan asasi manusia yaitu agama, jiwa, akal, nasab, dan harta. Disamping itu tujuan utamanya yaitu untuk memberi efek jera dan pembelajaran sehingga dapat mencegah perbuatan kriminal atau maksiat. Tanpa ada efek jera, maka suatu hukuman tidak akan berarti apa-apa. Inilah makna suatu hukuman.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Syaikh Ibnu ‘Asyur, maksud dan tujuan syariat dalam mensyariatkan hudud, qishah dan ta’zir ada tiga hal yaitu; Pertama, memberi pelajaran bagi si pelaku kriminal. Kedua, memberikan rasa keadilan kepada pihak korban. Dan ketiga, mencegah orang lain untuk berbuat kriminal.” (Maqashid asy-Syariah, hal. 516)</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai hal ini pula, Syeikh Abdul Qadir’ Audah menegaskan bahwa syariat membuat hukuman jarimah hudud dan qishah untuk mencapai tiga tujuan, yaitu menjaga keamanan, menegakkan aturan (ketertiban), dan menjaga akhlak (moral). Maka tidak diragukan lagi, apabila masyarakat aman dan tertib serta moral terjaga, maka niscaya selamatlah semuanya, tanpa ada penghalang dalam mencapai kemajuan dan kemuliaan. (at-Tasyri’ al-Jina’i al-Islami, I/577)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, meskipun secara kasat mata hukuman Islam kejam dan keras, namun sebenarnya syariat Islam menentukan hukuman lebih banyak bertujuan sebagai sarana untuk mencapai kemaslahatan publik dan menjaganya. Hukuman itu ditentukan bagi suatu kejahatan lebih bersifat preventif, sehingga orang akan menahan diri dari melakukan hal itu, karena dengan semata-mata melarang atau memerintahkan tidak menjamin akan ditaati. Dengan kata lain, tanpa sanksi yang tegas dan menjerakan, suatu perintah atau larangan tidak punya konsekuensi apa-apa. Sebaliknya, bila hukuman itu tegas dan keras , maka segala aturan baik bersiafat perintah atau larangan itu akan diperhitungkan dan memiliki arti. Inilah makna suatu hukuman.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, bila hukuman Islam (hudud dan qishash) diterapkan, maka sudah dapat dipastikan tidak ada yang berani berbuat maksiat dan kriminalitas. Otomatis, angka kriminalitas pun akan berkurang drastis. Survei membuktikan bahwa negara yang menerapkan hudud dan qishash seperti Arab Saudi, mampu mengurangi kriminalitas dengan angka yang sangat minim dibanding negara yang yang tidak menerapkan hukum Islam. Bahkan jumlah kriminalitas yang terjadi sehari di Amerika setingkat dengan angka kriminalitas selama setahun di Arab Saudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan penjelasan diatas maka jelaslah bahwa hukuman dalam Islam baik berupa potong tangan, rajam, cambuk dan sebagainya, tidaklah melanggar hak asasi manusia, justru sebaliknya hukuman tersebut bertujuan untuk melindungi HAM dan memberikan keadilan yang sejati, serta menciptakan ketertiban dan keamanan dalam masyarakat. Inilah harapan kita semuanya.</p>
<p><strong>Tanggapan terhadap Amnesty Internasional (AI)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menanggapi desakan Amnesty International agar Pemerintah Indonesia menghentikan penerapan hukum cambuk seperti berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sebagaimana disampaikan oleh Direktur Asia Pasifik Amnesty International, Sam Zarifi, dalam keterangan pers, Ahad (22/5/2011), penulis perlu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Pertama</em>, tuduhan AI negatif terhadap hukuman dalam syariat Islam seperti cambuk melanggar hak asasi manusia adalah tidak mendasar sama sekali. Bahkan tuduhan AI tersebut melanggar HAM umat Islam, dimana umat Islam berhak dan bebas mengamalkan agamanya tanpa larangan dan intimidasi. Syariat Islam di Aceh hanya diterapkan dan diperuntukkan bagi umat Islam di Aceh, bukan untuk umat non Islam dan umat Islam di luar Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kedua</em>, salah satu point dari Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia bahwa setiap manusia dijamin untuk bebas beragama dan melaksanakan keyakinan agamanya, yang ini juga dijamin oleh UUD 1945 tentang kebebasan beragama dan melaksanakan keyakinan agamanya, sehingga pelaksanaan Syariat Islam di Aceh (secara legal formal telah diamanahkan oleh Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia), dalam baik dalam dimensi privat dan publik merupakan pengejawantahan dari kebebasan beragama. Oleh karena itu tuduhan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan meminta hukuman cambuk di Aceh dicabut oleh Direktur Asia Pasifik Amnesty International, Sam Zarifi, menjadi tidak beralasan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ketiga, </em>AI menuduh hukuman cambuk bertentangan dengan HAM. Namun, yang menjadi persoalan, HAM mana yang dimaksud AI? Karena, konsep HAM dalam paradigma Islam berbeda dengan konsep HAM dalam paradigma Barat yang cederung mengasihani si pelaku maksiat (kriminal), tanpa mengasihani korban kriminal. Kalau HAM model barat ini yang dimakksud, maka AI telah salah sasaran dalam menuduh. Karena, orang Aceh itu muslim dan daerah Aceh merupakan daerah yang resmi menerapkan syariat Islam. HAM model barat tidak boleh dipakai di Aceh, karena bertetangan dengan syariat Islam yang mulia.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Keempat</em>, AI telah mengintervensi urusan agama Islam, maka AI telah melanggar HAM pula. Padahal, Islam tidak pernah mencampuri urusan agama lainnya. Bahkan Islam memberi kebebasan bagi agama lain untuk beragama dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya (Al-Kafirun: 6 dan Al-Baqarah: 256). Oleh karena itu, usulan AI sepertinya sudah terlalu jauh ‘mencampuri” urusan keyakinan agama seseorang dan kekuasaan sebuah bangsa. Ini jelas melanggar HAM umat Islam dan berbagai aturan yang berlaku di negara RI seperti UUD 1945, UU no 44 tahun 1999, UU no 11 tahun 2006, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kelima</em>, Salah satu alasan yang dikemukakan oleh Sam Zarifi bahwa cambukan bisa mengakibatkan cedera jangka panjang atau permanen,”, seperti terlalu mengada-ngada dan yang bersangkutan tidak memperoeh informasi yang utuh bagaimana mekanisme dan proses pelaksanaan hukum cambuk di Aceh. Kalau pun hukuman tersebut menimbulkan rasa sakit dan malu, itu merupakan bagian dari efek jera yang ingin dicapai dari suatu proses penerapan hukuman bagi pelaku kejahatan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Keenam</em>, konsekwensi ketika sudah memilih Islam sebagai agama, maka suka tidak suka aturan hukum-hukum agama tersebut harus diberlakukan kepada yang bersangkutan. Dan ini sangat selaras dengan kebebasan beragama. Baru melanggar HAM kalau kepada pemeluk agama selain Islam dipaksakan untuk menggunakan hukum Islam., dan tidak aturan yang akan jalan kalau tidak diawali dengan ketegasan dan sanksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun juga, pemberlakuan Syariat Islam di Aceh melalui Undang-Undang nomor 44 tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Aceh dan Undang-Undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh adalah sebuah amanah sejarah yang harus dipertahankan dan dan diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya. Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh merupakan nikmat Allah yang patut disyukuri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, pemerintah baik di Aceh maupun di pusat harus komitmen dalam menegakkan syariat di Aceh dan tidak terpengaruh dengan gugatan dan intervensi pihak luar terhadap syariat Islam yang berlaku di Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah diharapkan pula dapat memberikan jawaban dan klarifikasi yang profesional dan proposional terhadap desakan Amnesty International tersebut. Kepada pihak amnesty International diminta untuk menghormati agama Islam , undang-undang yang berlaku di negara RI dan rakyat Aceh yang beragama Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-weight:normal;">Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA</span></em></strong><em><span style="font-style:normal;"> (</span>Ketua Biro Dakwah Dewan Da&#8217;wah Aceh, Dosen fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry)</em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Times New Roman',serif;"><br />
</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1745&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/06/17/ketika-syariat-islam-di-aceh-mulai-digugat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mu&#8217;tazilah, Kelompok Sesat Pemuja Akal</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/05/13/mutazilah-kelompok-sesat-pemuja-akal/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/05/13/mutazilah-kelompok-sesat-pemuja-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslim Meralat]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Mu'tazilah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuja Akal]]></category>
		<category><![CDATA[Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1737</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok pemuja akal ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke-2 Hijriyah, antara tahun 105-110 H, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal. Ia lahir di kota Madinah pada tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1737&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kelompok pemuja akal ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke-2 Hijriyah, antara tahun 105-110 H, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hisyam bin Abdul Malik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama <strong>Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal</strong>. Ia lahir di kota Madinah pada tahun 80 H dan mati pada tahun 131 H. Di dalam menyebarkan bid’ahnya, ia didukung oleh ‘Amr bin ‘Ubaid (seorang gembong Qadariyyah kota Bashrah) setelah keduanya bersepakat dalam suatu pemikiran bid’ah, yaitu mengingkari taqdir dan sifat-sifat Allah. <em>(Lihat Firaq Mu’ashirah, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Awaji, 2/821, Siyar A’lam An-Nubala, karya Adz-Dzahabi, 5/464-465, dan Al-Milal Wan-Nihal, karya Asy-Syihristani hal. 46-48</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya. Hingga kemudian para dedengkot mereka mendalami buku-buku filsafat yang banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka benar-benar terwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah -pen). <em>(Al-Milal Wan-Nihal, hal.29)<br />
</em><br />
Oleh karena itu, tidaklah aneh bila kaidah nomor satu mereka berbunyi: “Akal lebih didahulukan daripada syariat (Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, pen) dan akal-lah sebagai kata pemutus dalam segala hal. Bila syariat bertentangan dengan akal –menurut persangkaan mereka– maka sungguh syariat tersebut harus dibuang atau ditakwil<em>. (Lihat kata pengantar kitab Al-Intishar Firraddi ‘alal Mu’tazilatil-Qadariyyah Al-Asyrar, 1/65)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ini merupakan kaidah yang batil, karena kalaulah akal itu lebih utama dari syariat maka Allah akan perintahkan kita untuk merujuk kepadanya ketika terjadi perselisihan. Namun kenyataannya Allah perintahkan kita untuk merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana yang terdapat dalam Surat An-Nisa: 59. Kalaulah akal itu lebih utama dari syariat maka Allah tidak akan mengutus para Rasul pada tiap-tiap umat dalam rangka membimbing mereka menuju jalan yang benar sebagaimana yang terdapat dalam An-Nahl: 36. Kalaulah akal itu lebih utama dari syariat maka akal siapakah yang dijadikan sebagai tolok ukur?! Dan banyak hujjah-hujjah lain yang menunjukkan batilnya kaidah ini. Untuk lebih rincinya lihat kitab <em>Dar’u Ta’arrudhil ‘Aqli wan Naqli</em>, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan kitab Ash-Shawa’iq Al-Mursalah ‘Alal-Jahmiyyatil-Mu’aththilah, karya Al-Imam Ibnul-Qayyim.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Mengapa Disebut Mu’tazilah?</h4>
<p style="text-align:justify;">Mu’tazilah, secara etimologis bermakna: <span style="text-decoration:underline;">orang-orang yang memisahkan diri</span>. Sebutan ini mempunyai suatu kronologi yang tidak bisa dipisahkan dengan sosok Al-Hasan Al-Bashri, salah seorang imam di kalangan tabi’in.</p>
<p style="text-align:justify;">Asy-Syihristani t berkata: (Suatu hari) datanglah seorang laki-laki kepada Al-Hasan Al-Bashri seraya berkata: “Wahai imam dalam agama, telah muncul di zaman kita ini kelompok yang mengkafirkan pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik). Dan dosa tersebut diyakini sebagai suatu kekafiran yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama, mereka adalah kaum Khawarij. Sedangkan kelompok yang lainnya sangat toleran terhadap pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik), dan dosa tersebut tidak berpengaruh terhadap keimanan. Karena dalam madzhab mereka, suatu amalan bukanlah rukun dari keimanan dan kemaksiatan tidak berpengaruh terhadap keimanan sebagaimana ketaatan tidak berpengaruh terhadap kekafiran, mereka adalah Murji’ah umat ini. Bagaimanakah pendapatmu dalam permasalahan ini agar kami bisa menjadikannya sebagai prinsip (dalam beragama)?”</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Hasan Al-Bashri pun berpikir sejenak dalam permasalahan tersebut. Sebelum beliau menjawab, tiba-tiba dengan lancangnya Washil bin Atha’ berseloroh: “Menurutku pelaku dosa besar bukan seorang mukmin, namun ia juga tidak kafir, bahkan ia berada pada suatu keadaan di antara dua keadaan, tidak mukmin dan juga tidak kafir.” Lalu ia berdiri dan duduk menyendiri di salah satu tiang masjid sambil tetap menyatakan pendapatnya tersebut kepada murid-murid Hasan Al-Bashri lainnya. Maka Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Washil telah memisahkan diri dari kita”, maka disebutlah dia dan para pengikutnya dengan sebutan Mu’tazilah<em>.(Al-Milal Wan-Nihal,hal.47-48 )<br />
</em>Pertanyaan itu pun akhirnya dijawab oleh Al-Hasan Al-Bashri dengan jawaban Ahlussunnah Wal Jamaah: “Sesungguhnya pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik) adalah seorang mukmin yang tidak sempurna imannya. Karena keimanannya, ia masih disebut mukmin dan karena dosa besarnya ia disebut fasiq (dan keimanannya pun menjadi tidak sempurna).” <em>(Lihat kitab Lamhah ‘Anil-Firaq Adh-Dhallah, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal.42)</em></p>
<h4 style="text-align:justify;">Asas dan Landasan Mu’tazilah</h4>
<p style="text-align:justify;">Mu’tazilah mempunyai asas dan landasan yang selalu dipegang erat oleh mereka, bahkan di atasnya-lah prinsip-prinsip mereka dibangun.</p>
<p>Asas dan landasan itu mereka sebut dengan Al-Ushulul-Khomsah (lima landasan pokok). Adapun rinciannya sebagai berikut:</p>
<h4 style="text-align:justify;">Landasan Pertama: At-Tauhid</h4>
<p style="text-align:justify;">Yang mereka maksud dengan At-Tauhid adalah mengingkari dan meniadakan sifat-sifat Allah, dengan dalil bahwa menetapkan sifat-sifat tersebut berarti telah menetapkan untuk masing-masingnya tuhan, dan ini suatu kesyirikan kepada Allah, menurut <em>mereka (Firaq Mu’ashirah, 2/832)</em>. Oleh karena itu mereka menamakan diri dengan Ahlut-Tauhid atau Al-Munazihuuna lillah (orang-orang yang mensucikan Allah).</p>
<h4 style="text-align:justify;">Bantahan:</h4>
<p style="text-align:justify;">1. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Dalil ini sangat lemah, bahkan menjadi runtuh dengan adanya dalil sam’i (naqli) dan ‘aqli yang menerangkan tentang kebatilannya.  mensifati dirinya sendiri dengan sifat-sifat. Adapun dalil sam’i: bahwa Allah  yang begitu banyak, padahal Dia Dzat Yang MahaTunggal. Allah  berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">”<em>Sesungguhnya adzab Rabbmu sangat dahsyat. Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali), Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, Yang mempunyai ‘Arsy lagi Maha Mulia, Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.”</em> (Qs Al-Buruuj: 12-16)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sucikanlah Nama Rabbmu Yang Maha Tinggi, Yang Menciptakan dan Menyempurnakan (penciptaan-Nya), Yang Menentukan taqdir (untuk masing-masing) dan Memberi Petunjuk, Yang Menumbuhkan rerumputan, lalu Ia jadikan rerumputan itu kering kehitam-hitaman.”</em> (Qs Al-A’la: 1-5)</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun dalil ‘aqli: bahwa sifat-sifat itu bukanlah sesuatu yang terpisah dari yang disifati, sehingga ketika sifat-sifat tersebut ditetapkan maka tidak menunjukkan bahwa yang disifati itu lebih dari satu, bahkan ia termasuk dari sekian sifat yang dimiliki oleh dzat yang disifati tersebut. Dan segala sesuatu yang ada ini pasti mempunyai berbagai macam sifat … “ <em>(Al-Qawa’idul-Mutsla, hal. 10-11)</em></p>
<p style="text-align:justify;">2. Menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluq bukanlah bentuk kesyirikan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Ar-Risalah Al-Hamawiyah: “Menetapkan sifat-sifat Allah tidak termasuk meniadakan kesucian Allah, tidak pula menyelisihi tauhid, atau menyamakan Allah dengan makhluk-Nya.” Bahkan ini termasuk konsekuensi dari tauhid al-asma wash-shifat. Sedangkan yang meniadakannya, justru merekalah orang-orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan. Karena sebelum meniadakan sifat-sifat Allah tersebut, mereka terlebih dahulu menyamakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. Lebih dari itu, ketika mereka meniadakan sifat-sifat Allah yang sempurna itu, sungguh mereka menyamakan Allah dengan sesuatu yang penuh kekurangan dan tidak ada wujudnya. Karena tidak mungkin sesuatu itu ada namun tidak mempunyai sifat sama sekali. Oleh karena itu Ibnul-Qayyim rahimahullah di dalam Nuniyyah-nya menjuluki mereka dengan ‘Abidul-Ma’duum (penyembah sesuatu yang tidak ada wujudnya). (<em>Untuk lebih rincinya lihat kitab At- Tadmuriyyah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hal.79-81)</em><br />
Atas dasar ini mereka lebih tepat disebut dengan Jahmiyyah, Mu’aththilah, dan penyembah sesuatu yang tidak ada wujudnya.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Landasan kedua: Al-‘Adl (keadilan)</h4>
<p style="text-align:justify;">Yang mereka maksud dengan keadilan adalah keyakinan bahwasanya kebaikan itu datang dari Allah, sedangkan . Dalilnya kejelekan datang dari makhluk dan di luar kehendak (masyi’ah) Allah  : adalah firman Allah</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan Allah tidak suka terhadap kerusakan.”</em> (Qs Al-Baqarah: 205)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya.”</em> (Qs Az-Zumar: 7)<br />
Menurut mereka kesukaan dan keinginan merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga mustahil bila Allah tidak suka terhadap kejelekan, kemudian menghendaki atau menginginkan untuk terjadi (mentaqdirkannya). Oleh karena itu mereka menamakan diri dengan Ahlul-‘Adl atau Al-‘Adliyyah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bantahan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Asy-Syaikh Yahya bin Abil-Khair Al-‘Imrani t berkata: “Kita tidak sepakat bahwa kesukaan dan keinginan itu satu. Dasarnya : adalah firman Allah</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”</em> (Qs Ali ‘Imran: 32)<br />
Padahal kita semua tahu bahwa Allah-lah yang menginginkan adanya orang-orang kafir tersebut dan Dialah yang menciptakan mereka. (Al-Intishar Firraddi ‘Alal- Mu’tazilatil-Qadariyyah Al-Asyrar, 1/315)</p>
<p style="text-align:justify;">Terlebih lagi Allah telah menyatakan bahwasanya apa yang dikehendaki dan dikerjakan hamba tidak lepas dari kehendak dan ciptaan-Nya. Allah  berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan kalian tidak akan mampu menghendaki (jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.” </em>(Qs Al-Insan: 30)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan yang kalian perbuat.”</em> (Qs Ash-Shaaffaat: 96)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini kita tahu, ternyata istilah keadilan itu mereka jadikan sebagai  yang merupakan bagian dari taqdir Allah  kedok untuk mengingkari kehendak Allah. Atas dasar inilah mereka lebih pantas disebut dengan Qadariyyah, Majusiyyah, dan orang-orang yang zalim.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Landasan Ketiga: Al-Wa’du Wal-Wa’id</h4>
<p style="text-align:justify;">Yang mereka maksud dengan landasan ini adalah bahwa wajib bagi Allah I untuk memenuhi janji-Nya (al-wa’d) bagi pelaku kebaikan agar dimasukkan ke dalam Al-Jannah, dan melaksanakan ancaman-Nya (al-wa’id) bagi pelaku dosa besar (walaupun di bawah syirik) agar dimasukkan ke dalam An-Naar, kekal abadi di dalamnya, dan tidak boleh bagi Allah untuk menyelisihinya. Karena inilah mereka disebut dengan Wa’idiyyah.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Bantahan:</h4>
<p style="text-align:justify;">1. Seseorang yang beramal shalih (sekecil apapun) akan mendapatkan pahalanya (seperti yang dijanjikan Allah) sebagai karunia dan nikmat dari-Nya. Dan tidaklah pantas bagi makhluk untuk mewajibkan yang demikian itu , karena termasuk pelecehan terhadap Rububiyyah-Nya dan sebagaikepada Allah  bentuk keraguan terhadap firman-Nya:</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan menyelisihi janji (-Nya).”</em> (Qs Ali ‘Imran: 9)<br />
Bahkan Allah mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sebagai keutamaan untuk para hamba-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun orang-orang yang mendapatkan ancaman dari Allah karena dosa besarnya (di bawah syirik) dan meninggal dunia dalam keadaan seperti itu, maka sesuai dengan kehendak Allah. Dia Maha berhak untuk melaksanakan ancaman-Nya dan Maha berhak pula untuk tidak melaksanakannya, karena Dia telah mensifati diri-Nya dengan Maha Pemaaf, Maha Pemurah, Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.<br />
Terlebih lagi Dia telah menyatakan:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (bila pelakunya meninggal dunia belum bertaubat darinya) dan mengampuni dosa yang di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”</em> (Qs An-Nisa: 48) (Diringkas dari kitab Al-Intishar Firraddi ‘Alal-Mu’tazilatil-Qadariyyah Al-Asyrar, 3/676, dengan beberapa tambahan).</p>
<p style="text-align:justify;">2. Adapun pernyataan mereka bahwa pelaku dosa besar (di bawah syirik) kekal abadi di An-Naar, maka sangat bertentangan dengan firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 48 di atas, dan juga bertentangan dengan sabda Rasulullah r yang artinya: “Telah datang Jibril kepadaku dengan suatu kabar gembira, bahwasanya siapa saja dari umatku yang meninggal dunia dalam keadaan tidak syirik kepada Allah niscaya akan masuk ke dalam al-jannah.” Aku (Abu Dzar) berkata: “Walaupun berzina dan mencuri?” Beliau menjawab: “Walaupun berzina dan mencuri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Dzar Al-Ghifari)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Landasan keempat : Suatu keadaan di antara dua keadaan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang mereka maksud adalah, bahwasanya keimanan itu satu dan tidak bertingkat-tingkat, sehingga ketika seseorang melakukan dosa besar (walaupun di bawah syirik) maka telah keluar dari keimanan, namun tidak kafir (di dunia). Sehingga ia berada pada suatu keadaan di antara dua keadaan (antara keimanan dan kekafiran).</p>
<h4 style="text-align:justify;">Bantahan:</h4>
<p style="text-align:justify;">1. Bahwasanya keimanan itu bertingkat-tingkat, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan, sebagaimana firman Allah :</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>“Dan jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah keimanan mereka.”</em> (Qs Al-Anfal: 2)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan juga firman-Nya:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.”</em> (Qs At-Taubah: 124-125)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan firman-Nya:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam Al-Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.”</em> (Qs Al-Fath: 4)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat. Dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): <em>‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.”</em> (Qs Al-Muddatstsir: 31)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung’.”</em> (Qs Ali ‘Imran: 173)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)&#8230;”</em> (Qs Al-Baqarah: 260)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah bersabda: “Keimanan itu Rasulullah  (mempunyai) enam puluh sekian atau tujuh puluh sekian cabang/tingkat, yang paling utama ucapan “Laa ilaaha illallah”, dan yang paling rendah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan sifat malu itu cabang dari iman.” (HR Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah )</p>
<p style="text-align:justify;">2. Atas dasar ini, pelaku dosa besar (di bawah syirik) tidaklah bisa dikeluarkan dari keimanan secara mutlak. Bahkan ia masih sebagai mukmin namun kurang iman, karena Allah masih menyebut dua golongan yang saling bertempur (padahal ini termasuk dosa besar) dengan sebutan orang-orang yang beriman, sebagaimana dalam firman-Nya:<br />
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang yang beriman saling bertempur, maka damaikanlah antara keduanya&#8230;” (Qs Al-Hujurat: 9)</p>
<h4 style="text-align:justify;">Landasan Kelima: Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</h4>
<p style="text-align:justify;">Di antara kandungan landasan ini adalah wajibnya memberontak terhadap pemerintah (muslim) yang zalim.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Bantahan:</h4>
<p style="text-align:justify;">Memberontak terhadap pemerintah muslim yang zalim merupakan prinsip sesat yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.<br />
berfirman:  Allah<br />
<em>“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri (pimpinan) di antara kalian.”</em> (Qs An-Nisa: 59)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah  bersabda: “Akan datang setelahku para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak menjalankan sunnahku, dan sungguh akan ada di antara mereka yang berhati setan namun bertubuh manusia.” (Hudzaifah berkata): “Wahai Rasulullah, apa yang kuperbuat jika aku mendapati mereka?” Beliau menjawab: “Hendaknya engkau mendengar (perintahnya) dan menaatinya, walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu diambil.” (HR. Muslim, dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman) [Untuk lebih rincinya, lihat majalah Asy–Syari’ah edisi Menyikapi Kejahatan Penguasa]</p>
<h4 style="text-align:justify;">Sesatkah Mu’tazilah?</h4>
<p style="text-align:justify;">Dari lima landasan pokok mereka yang batil dan bertentangan dengan Al Qur’an dan As-Sunnah itu, sudah <span style="text-decoration:underline;">cukup sebagai bukti tentang kesesatan mereka</span>. Lalu bagaimana bila ditambah dengan prinsip-prinsip sesat lainnya yang mereka punyai, seperti:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- </strong> Mendahulukan akal daripada Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’ Ulama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- </strong>Mengingkari adzab kubur, syafa’at Rasulullah untuk para pelaku dosa, ru’yatullah (dilihatnya Allah) pada hari kiamat, timbangan amal di hari kiamat, Ash-Shirath (jembatan yang diletakkan di antara dua tepi Jahannam), telaga Rasulullah di padang Mahsyar, keluarnya Dajjal di akhir zaman, telah diciptakannya Al-Jannah dan An-Naar (saat ini), turunnya Allah ke langit dunia setiap malam, hadits ahad (selain mutawatir), dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">- Vonis mereka terhadap salah satu dari dua kelompok yang terlibat dalam pertempuran Jamal dan Shiffin (dari kalangan shahabat dan tabi’in), bahwa mereka adalah orang-orang fasiq (pelaku dosa besar) dan tidak diterima persaksiannya. Dan engkau sudah tahu prinsip mereka tentang pelaku dosa besar, di dunia tidak mukmin dan juga tidak kafir, sedangkan di akhirat kekal abadi di dalam an-naar.</p>
<p style="text-align:justify;">- Meniadakan sifat-sifat Allah, dengan alasan bahwa menetapkannya merupakan kesyirikan. Namun ternyata mereka mentakwil sifat Kalam (berbicara) bagi Allah dengan sifat Menciptakan, sehingga mereka terjerumus ke dalam keyakinan kufur bahwa Al-Qur’an itu makhluq, bukan Kalamullah. Demikian pula mereka mentakwil sifat Istiwaa’ Allah dengan sifat Istilaa’ (menguasai).Kalau memang menetapkan sifat-sifat bagi Allah merupakan kesyirikan, mengapa mereka tetapkan sifat menciptakan dan Istilaa’ bagi Allah?! (Lihat kitab Al-Intishar Firraddi Alal-Mu’tazilatil-Qadariyyah Al-Asyrar, Al-Milal Wan-Nihal, Al-Ibanah ‘an Ushulid-Diyanah, Syarh Al-Qashidah An-Nuniyyah dan Ash-Shawa’iq Al-Mursalah ‘alal Jahmiyyatil-Mu’aththilah)</p>
<p style="text-align:justify;">Para pembaca, betapa nyata dan jelasnya kesesatan kelompok pemuja akal ini. Oleh karena itu Al-Imam Abul-Hasan Al-Asy’ari (yang sebelumnya sebagai tokoh Mu’tazilah) setelah mengetahui kesesatan mereka yang nyata, berdiri di masjid pada hari Jum’at untuk mengumumkan baraa’ (berlepas diri) dari madzhab Mu’tazilah. Beliau melepas pakaian yang dikenakannya seraya mengatakan: “Aku lepas madzhab Mu’tazilah sebagaimana aku melepas pakaianku ini.” Dan ketika Allah beri karunia beliau hidayah untuk menapak manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah, maka beliau tulis sebuah kitab bantahan untuk Mu’tazilah dan kelompok sesat lainnya dengan judul Al-Ibanah ‘an Ushulid-Diyanah.</p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/muslim-meralat/'>Muslim Meralat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1737/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1737&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/05/13/mutazilah-kelompok-sesat-pemuja-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kristenisasi di Indonesia, Ladang Siap Panen</title>
		<link>http://efrialdy.wordpress.com/2011/04/29/kristenisasi-di-indonesia-ladang-siap-panen/</link>
		<comments>http://efrialdy.wordpress.com/2011/04/29/kristenisasi-di-indonesia-ladang-siap-panen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 08:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrialdy Zed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kristenisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Misi Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[MIsionaris]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Gereja Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tubuh Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://efrialdy.wordpress.com/?p=1730</guid>
		<description><![CDATA[Sejak ratusan tahun lalu, para misionaris Kristen di Indonesia sudah berusaha keras mengubah bangsa Indonesia –yang mayoritas Muslim– menjadi sebuah negeri Kristen.  Kini, sejumlah tokoh misi Kristen di Indonesia mendeklarasikan bahwa Indonesia merupakan sebuah negeri yang siap melakukan transformasi besar-besaran, menjadi negeri Kristen. Ibarat lahan, Indonesia sudah siap panen. Sebuah buku berjudul Transformasi Indonesia: Pemikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1730&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">Sejak</span></strong> ratusan tahun lalu, para misionaris Kristen di Indonesia sudah berusaha keras mengubah bangsa Indonesia –yang mayoritas Muslim– <strong>menjadi sebuah negeri Kristen</strong>.  Kini, sejumlah tokoh misi Kristen di Indonesia mendeklarasikan bahwa Indonesia merupakan sebuah negeri yang siap melakukan transformasi besar-besaran, menjadi negeri Kristen. Ibarat lahan, Indonesia sudah siap panen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebuah buku berjudul <em>Transformasi Indonesia: Pemikiran dan Proses Perubahan yang Dikaitkan dengan Kesatuan Tubuh Kristus</em> (Jakarta: Metanoia, 2003), menggambarkan ambisi dan harapan besar kaum misionaris Kristen di Indonesia tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku ini hanya setebal 97 halaman. Isinya pun kumpulan artikel ringkas dari berbagai tokoh Kristen dan aktivis misionaris di Indonesia, seperti Pdt. Natan Setiabudi, Niko Njotorahardjo, Bambang Widjaja, Eddy Leo, Ery Prasadja, Iman Santoso,  Jeff Hammond, Rachmat T. Manulang, Jonathan Pattiasina, dan Daniel Pandji.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tulisannya yang berjudul <em>”Transformasi dan Kesatuan Tubuh Kristus”</em>, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2000-2005, Natan Setiabudi mendefinisikan Transformasi sebagai:  ”perubahan diri dari dalam diri seseorang, sekelompok orang, atau masyarakat yang meluap ke dalam perilaku. Transformasi terjadi ketika orang, organisasi, atau masyarakat berjumpa dengan Tuhan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Indonesia kini dikatakan kaum misionaris telah siap melakukan transformasi menjadi Kristen. Kesempatan emas saat ini  tidak boleh disia-siakan, karena batas waktunya bisa lewat, sebagaimana pernah terjadi di masa Soeharto:</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">”Tuhan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada orang Kristen dan China, karena pada waktu Suharto menjadi Presiden, ia begitu dekat dengan orang Kristen dan China. Kesempatan demi kesempatan diberikan kepada orang China dan Kristen untuk melakukan bisnis di berbagai bidang. Trio RMS (Radius, Mooy, Sumarlin) di bidang ekonomi beragama Kristen. Itu kesempatan yang diberikan kepada orang Kristen supaya bangsa ini menjadi bangsa yang mengenal Tuhan, tetapi orang Kristen dan gereja tidak siap, sehingga pada tahun 1990-an, waktu Suharto melirik kelompok lain, kelompok tersebut menuding bahwa dua kelompok (Kristen dan China) adalah biang keladi segala persoalan yang ada.”</span> (hal. 45).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak dulu, kaum misionaris Kristen selalu menggambarkan bahwa Indonesia adalah daerah yang diberkati Tuhan, yang siap menerima agama Kristen. Tahun 1962, Badan Penerbit Kristen (BPK), menerbitkan buku H. Berkhof dan I.H. Enklaar, berjudul <em>Sedjarah Geredja</em>, yang menggariskan urgensi dan strategi menjalankan misi Kristen di Indonesia:</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">“Boleh kita simpulkan, bahwa Indonesia adalah suatu daerah Pekabaran Indjil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit Firman Tuhan. Djumlah orang Kristen Protestan sudah 13 juta lebih, akan tetapi jangan kita lupa&#8230;. di tengah-tengah 150 juta penduduk! Djadi tugas Sending gereja-gereja muda di benua ini masih amat luas dan berat. Bukan sadja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, yang perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin yang besar,</span> </em><em><span style="font-style:normal;">yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan2 Indjil.</span></em><em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1964, tokoh Kristen Indonesia, Dr. W.B. Sidjabat, dalam bukunya,<em> Panggilan Kita di Indonesia Dewasa Ini</em>,  juga menyebutkan hambatan misi Kristen dari kaum Muslim Indonesia:</p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">“Saudara2, kenjataan2 jang saja telah paparkan ini telah menundjukkan adanya suatu tantangan jang hebat sekali untuk ummat Kristen… Dalam hubungan ini saja hendak menundjukkan kepada ummat Kristen bahwa sekarang ini djumlah jang menunggu2 Indjil Kristus Jesus djauh lebih banyak daripada djumlah jang dihadapi oleh Rasul2 pada abad pertama tarich Masehi… Pekabaran Indjil di Indonesia, kalau demikian, masih akan terus menghadapi “challenge” Islam di negara gugusan ini… Seluruhnya ini menundjukkan bahwa pertemuan Indjil dengan Islam dalam bidang-tjakup jang lebih luas sudah “dimulai”. Saja bilang “dimulai”, bukan dengan melupakan Pekabaran Indjil kepada ummat Islam sedjak abad jang ketudjuh, melainkan karena kalau kita perhatikan dengan seksama maka “konfrontasi” Indjil dan Agama2 di dunia ini dalam bidang-tjakup jang seluas2nya, dan dalam hal ini dengan Islam, barulah “dimulai” dewasa ini setjara mendalam. Dan bagi orang2 jang berkejakinan atas kuasa Allah Bapa, jesus Kristus dan Roch Kudus, setiap konfrontasi seperti ini akan selalu dipandangnja sebagai undangan untuk turut mengerahkan djiwa dan raga memenuhi tugas demi kemuliaan Allah.”</span></em><em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Kini di era reformasi</span>, kaum misionaris Kristen secara terbuka menyatakan tekad dan ambisinya untuk mengkristenkan Indonesia. Simaklah berbagai penggambaran dan optimisme kaum misionaris untuk Mengkristenkan Indonesia berikut ini. Ibaratnya, Indonesia adalah lahan yang sudah siap panen. Kaum Kristen diminta jangan sampai melewatkan kesempatan yang sangat berharga ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">”Indonesia merupakan sebuah ladang yang sedang menguning, yang besar tuaiannya! Ya, Indonesia siap mengalami transformasi yang besar. Hal ini bukan suatu kerinduan yang hampa, namun suatu pernyataan iman terhadap janji firman Tuhan. Ini juga bukan impian di siang bolong, tetapi suatu ekspresi keyakinan akan kasih dan kuasa Tuhan. Dengan memeriksa firman Tuhan, kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa Indonesia memiliki prakondisi yang sangat cocok bagi tuaian besar yang Ia rencanakan,”</span> </em>demikian ungkapan Dr. Bambang Widjaja, Gembala Sidang Gereja Kristen Perjanjian Baru, dalam tulisannya berjudul <em>”Indonesia Siap Mengalami Transformasi”</em> yang dimuat dalam buku ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengutip pendapat Dr. Wilbur Smith, sang misionaris ini menyatakan, setiap revival, yaitu tindakan Tuhan yang mengakibatkan transformasi bangsa, senantiasa terjadi saat suatu bangsa berada dalam kegelapan moral yang pekat dan depresi ekonomi yang berat. ”Bukankah keadaan itu yang sedang dilewati oleh bangsa kita? Kegelapan moral dan depresi ekonomi yang berat? Masyarakat yang lelah dan terlantar? Ya, itulah sebabnya saya tidak merasa terlalu berlebihan untuk berkata bahwa Indonesia siap menghadapi tuaian yang besar. Indonesia siap mengalami transformasi!” tulis Bambang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Kristen, kata Bambang, tidak boleh melewatkan kesempatan besar ini. Sebab, kesempatan itu ada batas akhirnya. Apabila batas akhir itu terlampaui, maka gandum yang tidak tertuai akan membusuk di ladang.  Aktivis misi Kristen ini kemudian memprovokasi kaum Kristen: ”Petani yang bijaksana, saat melihat tuaian sudah di ambang pintu, ia akan merasa perlu menyiapkan tenaga penuai sebanyak-banyaknya karena ia tidak menginginkan hasil ladangnya sia-sia.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tulisannya berjudul <em>”Transformasi-Kairos Bagi Indonesia”</em>, Dr. Jeff Hammond, pemimpin<strong> </strong><strong><span style="font-weight:normal;">Gerakan Sekota Berdoa</span></strong>, menceritakan sejumlah kesempatan emas bagi kaum Kristen yang dilewatkan begitu saja. Pada tahun 1271, katanya, Kublai Khan meminta didatangkan seratus orang misionaris ke wilayah kerajaannya. Tapi, misionaris yang datang Cuma dua orang, bahkan mereka kemudian lari ketakutan. Suatu <em><strong>kairos</strong></em><strong> </strong><span style="text-decoration:underline;">(kesempatan yang diberikan Tuhan)</span> terlewatkan begitu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Jeff Hammond berkisah lagi, setelah Perang Dunia II berakhir, Jenderal McArthur tiba di Jepang dan melihat bahwa kepercayaan masyarakat kepada agama Shinto dan Kaisar Hirohito sudah hancur. McArthur lalu mengirim pesan kepada pimpinan Gereja di Amerika yang berbunyi: ”Kirimkan seribu orang misionaris kepada saya, maka bangsa Jepang akan menjadi bangsa Kristen.”</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, permintaan McArthur itu tidak dipenuhi. ”Masa Kairos sekali lagi berlalu begitu saja dan kini bangsa Jepang menjadi salah satu bangsa yang paling sulit dijangkau dengan Injil,”  tulis Jeff Hammond.  Berikutnya simaklah paparan Jeff Hammond tentang kisah sukses misi Kristen yang selama ini sudah terjadi di Indonesia:</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">”Setelah peristiwa G30S/PKI, terjadi masa kairos di Indonesia sehingga dalam enam tahun (1965-1971) ada lebih dari tujuh juta orang di Pulau Jawa yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuaian itu telah berjalan terus dan banyak gereja di mana-mana telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan berbagai gerakan yang mulai lahir telah berdampak selama tahun 1970-1980-an. Pada tahun 1997, suatu masa kairos baru di Indonesia telah mulai dan sekarang sedang berjalan dan sedang menuju suatu klimaks dan ledakan besar kuasa Tuhan yang akan membawa transformasi besar bagi seluruh bangsa Indonesia.”</span></em><em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Membaca kisah-kisah sukses misi Kristen seperti ini, sebagai orang Muslim Indonesia, kita patut bertanya-tanya, mengapa selama ini masyarakat Indonesia dan dunia internasional dijejali dengan berbagai cerita tentang kesulitan kaum Kristen dalam membangun gereja dan mengekspresikan agama mereka. Bahkan, cerita-cerita sedih tentang kebebasan beragama kaum Kristen inilah yang senantiasa diekspose keluar negeri, sehingga memberikan kesan bahwa Indonesia adalah negeri muslim yang sangat tidak toleran dan menindas kaum minoritas Kristen. Kini, banyak kalangan Kristen dan juga kaum liberal yang menjadikan isu ”kebebasan beragama” sebagai komoditas untuk menarik perhatian &#8212; dan mungkin juga dana &#8212; dari dunia internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Jeff Hammond, sejak Mei 1997, ada banyak nubuatan yang sangat signifikan tentang rencana Tuhan untuk membawa transformasi ke Indonesia. Ada <span style="text-decoration:underline;">lima nubuatan</span> yang disebutnya, yaitu (1) Akan terjadi goncangan ekonomi di Indonesia, (2) Goncangan itu akan menyebabkan Presiden yang menjabat digulingkan, (3) Setelah itu akan muncul seorang presiden di dalam masa transisional, (4) Akan ada Presiden wanita, dan (5) Indonesia akan mengalami masa tuaian besar. Satu per satu nubuatan-nubuatan itu sedang digenapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih menurut Jeff Hammond, misi Kristen di Indonesia memandang tahun 2005 sebagai tahun tuaian dan tahun 2020 sebagai tahun penggenapan Amanat Agung di Indonesia. Maksudnya, pada tahun itu, Indonesia akan berangsur-angsur berubah dari impian menjadi kenyataan. Salah satu bentuk transformasi Indonesia adalah terjadinya petobatan sejati yang akan membawa berjuta-juta orang untuk mengenal dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jeff Hammond akhirnya mendesak kaum Kristen:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">”Waktunya sudah hampir tiba. Jangan berlambat-lambat. Bergegaslah. Inilah waktu bagi Anda untuk terlibat dalam penciptaan Indonesia baru. Jangan hanya menjadi penonton atau pembaca sejarah, tetapi jadilah pencipta sejarah.”</span> (hal. 29).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Misionaris Kristen lainnya, Ir. Rahmat T. Manullang mendesak kaum Kristen untuk segera berbuat, karena kondisinya sudah sangat genting dan kesabaran Tuhan hampir habis. Bangsa Indonesia harus segera menyembah Tuhan, sebagaimana yang dikonsepkan oleh kaum Kristen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">”Bangsa kita saat ini sedang dalam keadaan yang sangat genting, dan Tuhan ingin kita mengerti hal itu. Kesabaran Tuhan tinggallah sedikit, dan kita sebagai gereja harus peduli akan bangsa ini, jika tidak bangsa ini akan mengalami kehancuran. Dalam sisa waktu ini kita harus bergegas. Ada sesuatu yang Tuhan ingin agar kita lakukan. Yakinlah bahwa Tuhan tidak menginginkan bangsa Indonesia hancur. Namun, syaratnya hanyalah satu, yaitu Tuhan harus menemukan umat-Nya di negeri ini, yang percaya dan yang memberi hidupnya  bagi Indonesia. Alkitab mengungkapkan bahwa Tuhan mencintai semua bangsa dan ingin agar mereka semua menyembah-Nya.” </span>(hal. 49).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan, Indonesia dipandang sebagai daerah yang mendapatkan janji khusus, sesuai dengan gambaran Kitab Yesaya 60:7-9. Sebab, katanya, Indonesia adalah keturunan kedar Nebayot. Indonesia adalah keturunan Ismael Rohani terbesar, lebih besar dibandingkan dengan seluruh penduduk Timur Tengah. Karena itu, kaum Kristen diseru:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;"> ”Umat Tuhan harus setia memberikan yang terbaik, baik uang, pikiran, daya, atau apa pun dan menyerahkannya kepada Tuhan agar Ia menjamahnya sehingga terjadi multiplikasi sumber daya yang luar biasa. Umat Tuhan, inilah waktunya. Inilah saatnya janji Tuhan digenapi di Indonesia.”</span> (hal. 51)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam upaya mengkristenkan Indonesia inilah, para misionaris sangat menekankan peran gereja:<em> </em><em><span style="font-style:normal;">”Tugas gereja sebagai satu organisme yang telah ditebus oleh darah Kristus adalah meneruskan karya salib bagi banyak manusia yang diciptakan dan dikasihi-Nya, yaitu mereka yang bukan saja belum menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka, melainkan juga mereka yang tertindas dan diperlakukan tidak adil&#8230; Dalam hal ini, gereja adalah alat yang dipilih Tuhan untuk menjadi agen transformasi.” </span></em><em>  </em>(hal. 73-74).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kaum misionaris, gereja bukan sekedar tempat ibadah, tetapi ”gereja melihat penginjilan sebagai mandat yang paling utama di dalam misinya.” (hal. 74); ”gereja melihat keadilan sosial di dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat (”buah”) dari penginjilan&#8230; mandat/misi gereja yang paling utama dan satu-satunya adalah penginjilan.” (hal. 75). Bahkan, ”penginjilan menjadi sesuatu yang lebih suci dibandingkan dengan mandat sosial budaya.” (hal. 75).</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah tekad kaum misionaris Kristen untuk mengkristenkan Indonesia. Segala daya upaya mereka kerahkan. Gereja-gereja terus dibangun di mana-mana untuk memuluskan misi mereka. Gereja-gereja dan gerakan misi terus bergerak untuk meraih tujuan, yang ditegaskan pada sampul belakang buku ini:<em> ”supaya semua gereja yang ada di Indonesia dapat bersatu sehingga Indonesia dapat mengalami transformasi dan dimenangkan bagi Kristus.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Memang, sejak dulu, kaum misionaris Kristen sudah menyadari dan merasakan, bagaimana beratnya melaksanakan tugas misinya ke dunia Islam. Jurnal Misi Kristen <em><strong>The Moslem World</strong></em><strong> </strong>edisi Oktober 1946 mengutip ungkapan J. Christy Wilson, seorang Misionaris Kristen: <em>“Evangelism for Mohammedans is probably the most difficult of all missionary tasks.”</em> Seperti disebut sebelumnya, Berkhof juga menyebut, bahwa<em> </em><em><span style="font-style:normal;">“kaum Muslimin yang besar yang merupakan benteng agama yang <strong>sukar sekali dikalahkan</strong> oleh pahlawan2 Indjil”.</span></em><em> Dr. Sidjabat  juga mengakui: </em><em><span style="font-style:normal;">“Pekabaran Indjil di Indonesia, kalau demikian, masih akan terus menghadapi “challenge” Islam di negara gugusan ini…”.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah program, tekad, dan tantangan kaum misionaris Kristen? Lalu, apa jawaban umat Islam? <em>Wallahu A’lam [hidayatullah.com]<span style="color:blue;">  </span></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://efrialdy.wordpress.com/category/ragam-berita/'>Ragam Berita</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/efrialdy.wordpress.com/1730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/efrialdy.wordpress.com/1730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=efrialdy.wordpress.com&amp;blog=7854842&amp;post=1730&amp;subd=efrialdy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://efrialdy.wordpress.com/2011/04/29/kristenisasi-di-indonesia-ladang-siap-panen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3771fe7645752e7556e6ba28290f9b3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Efzed</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
